Jonan Mengaku Tak Mampu Beli Mobil Listrik Karena Harganya Mahal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) disaksikan Direktur Utama PLN Sofyan Basir (kelima kanan), Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana (kiri) dan CEO Garasindo Group Muhammad Al Abdullah (kedua kiri) mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. ANTARA

    Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) disaksikan Direktur Utama PLN Sofyan Basir (kelima kanan), Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana (kiri) dan CEO Garasindo Group Muhammad Al Abdullah (kedua kiri) mencoba motor listrik Gesits (Garasindo Electric Scooter ITS) di Kementerian ESDM, Jakarta, 19 Oktober 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut tidak mampu membeli mobil listrik pribadi, karena gajinya tidak cukup untuk itu. 

    "Saya disuruh jadi contoh dulu untuk memiliki mobil listrik. Lha bagaimana, harganya masih sekitar Rp 5 miliar untuk sejenis Mercedes-Benz S Class dari Tesla kalau impor. Tidak cukup gaji saya," kata Jonan dalam acara Pertamina Energy Forum 2018 di Jakarta, Kamis, 29 November 2018. 

    Baca: Motor Listrik Gesits Model Baterai Swap Dijual 2019, Ini Harganya

    Namun Jonan mengakui telah memiliki motor listrik senilai Rp15 juta. Setidaknya menurutnya itu menjadi langkah mengawali era kendaraan listrik. 

    Jonan menjelaskan permasalahan mahalnya kendaraan listrik di Indonesia juga menjadi kendala untuk memulai era elektrifikasi industri otomotif. 

    Hal itu, menurutnya, akan mungkin menjadi masif apabila dukungan berupa pemberian insentif bagi pengembang mobil listrik di Indonesia. 

    Tentu saja juga didukung dengan infrastruktur SPBU listrik yang sudah banyak tersedia di beberapa daerah. 

    Baca: Ini Penyebab Regulasi Soal Mobil Listrik Belum Tuntas

    Sedangkan, jika era kendaraan listrik tidak dimulai,  maka pada tahun 2025 diperkirakan impor minyak dan gas bumi bisa dua kali lipat. 

    "Gini saja,  tidak perlu beli kendaraan listrik sekarang,  pakai saja kompor listrik,  kan sudah murah juga sekarang banyak dijual,  itu sudah mengurangi gas," katanya. 

    Upaya mendorong pengembangan kendaraan listrik merupakan usaha pemerintah untuk mengurangi beban impor migas, selain itu juga dapat mengurangi emisi gas buang. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.