Kata Demas Agil Soal Balapan Pertamanya di BSD City Grand Prix

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persiapan Toyota Team Indonesia di BSD City Grand Prix 2018. 30 November 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Persiapan Toyota Team Indonesia di BSD City Grand Prix 2018. 30 November 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang - Pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) Demas Agil baru kali pertama balapan di sirkuit BSD City Grand Prix 2018. Menurut Demas, dirinya mempersiapkan balapan di jalan raya ini dengan menghapalkan track sebelumnya. Demas akan turun di kelas Indonesia Touring Car Championship 1.600 Max. 

    "Semalam saya keliling dengan mobil pribadi untuk menghapal track dan coba mengetahui belokan- belokan nantinya diambil seperti apa," ungkap Demas saat ditemui di paddock TTI, Jumat, 30 November 2018.

    Baca: Mengintip Persiapan Toyota Team Indonesia di BSD City GP 2018

    Menurut Demas, terakhir ia menjajal sirkuit jalan raya pada tahun 2008 silam, saat sirkuit Karawaci masih ada. Perbendaan sirkuit jalan raya dan sirkuit sesungguhnya, kalau sirkuit jalan raya lebih banyak debu.

    ADVERTISEMENT

    "Untuk sirkuit jalan raya juga kadang sektor satu dengan lainnya berbeda, besok (Sabtu, 1 Desember 2018) saya akan fokus pada latihannya karena waktu untuk latihannya sebentar," ungkapnya.

    Demas juga mengatakan bahwa ia bersama tim sudah melakukan latihan sejak minggu lalu untuk mempersiapkan balapan BSD City Grand Prix 2018 ini.

    "Mudah- mudahan kami tidak ada kesalahan di sini, karena sirkuit jalan raya cukup bahaya karena kalau terjadi kesalahan, langsung berhadapan tembok (pembatas). Semalam kalau tidak salah ada 12 belokan di sirkuit ini," imbuhnya.

    Baca: Ananda Mikola: Sirkuit BSD City GP Siap Digunakan untuk Balapan

    Untuk sirkuit jalan raya ini, kata Demas, tim fokus di rem mobil. Alasannya, sirkuit jalan raya memiliki karakter lebih banyak untuk menginjak rem.

    "Di sini akan banyak ngerem, berbeda dengan Sentul. Menurut saya di sini kita ada 8 kali pengereman dalam 1 lap, sedangkan di sentul hanya 5 kali pengereman," katanya.

    Demas juga mengatakan untuk balap sesi terakhir di BSD City Grand Prix ini harus lebih yakin, karena kalau di Sentul apabila melebar masuk ke rumput sedangkan di sirkuit jalan raya ini langsung pagar.

    "Jadi harus yakin, fokus dan disini stamina juga dituntut lebih karena sirkuitnya sempit otomatis lebih menguras tenaga dan pikiran," tambahnya.

    Latihan bebas dan kualifikasi akan dilangsungkan pada Sabtu, 1 Desember 2018, dan balapan akan dilaksanakan pada Minggu, 2 Desember 2018. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...