Nissan Produksi 160 Buah Onderdil Skyline GT-R Lawas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Skyline GT-R R33. Sumber: carscoops.com

    Nissan Skyline GT-R R33. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaNissan telah memperluas program Nismo Heritage Parts hingga kini menawarkan suku cadang pabrik kepada pemilik model Skyline GT-R R33 dan R34. Program ini diluncurkan pada 2017 dengan katalog hampir 80 bagian untuk Skyline GT-R R32. Program ini mendapat respon positif dari banyak pemilik kendaraan terutama para pecinta performa Nissan. Mereka juga berharap orderdil yang diproduksi bisa terus bertambah.

    Baca: Mitsubishi Pajero Gen Baru Akan Berbasis Nissan Patrol?

    Nissan memproduksi bagian eksterior baru, bagian mesin, elektrik, dan berbagai komponen mekanis yang dibuat untuk model R33 dan R34. Rentang bagian R32 juga telah berkembang dan sekarang termasuk komponen yang sulit ditemukan seperti kontrol AC dan saklar power window.

    Secara total, program Nismo Heritage Parts kini mencakup sekitar 160 bagian yang tersedia untuk model R32, R33 dan R34. Program ini merupakan proyek gabungan antara Nissan, Nissan Motor Sports, Autech Jepang, dan sejumlah pemasok.

    Hal ini sangat berguna bagi pemilik R33 dan R34 yang ingin mempertahankan atau merestorasi mobil mereka dengan bagian-bagian bawaan pabrik dibandingkan membeli komponen yang digunakan atau beralih ke model aftermarket.

    Baca: Nissan Pamer Mobil Balap Listrik, Debut di Festival Nismo

    Kebijakan ini terbukti sangat membantu bagi pemilik R34 karena dalam beberapa tahun terakhir, contoh edisi terbatas mobil sport telah meningkat biaya perawatannya, dengan model seperti Nissan Skyline GT-R R34 Nismo Z-Tune menghabiskan lebih dari US$ 500.000 atau sekitar Rp 7 miliar. Kenaikan biaya perawatan salah satunya karena onderdilnya sulit ditemukan di pasar.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.