Nissan Gagal Menunjuk Calon Pengganti Carlos Ghosn

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Chief Executive Carlos Ghosn memperkenalkan mobil terbarunya, Nissan GT-R NISMO di Yokohama, Tokyo, Jepang, (19/11). Mobil ini akan menjadi raja jalanan karena merupakan mobil GT-R tercepat yang pernah ada. REUTERS/Yuya Shino

    Nissan Chief Executive Carlos Ghosn memperkenalkan mobil terbarunya, Nissan GT-R NISMO di Yokohama, Tokyo, Jepang, (19/11). Mobil ini akan menjadi raja jalanan karena merupakan mobil GT-R tercepat yang pernah ada. REUTERS/Yuya Shino

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan Motor Co pada Selasa 4 Desember 2018 gagal menentukan pengganti Carlos Ghosn sebagai ketua dewan, menyusul penangkapan dan pemecatan Ghosn karena dugaan kesalahan keuangan bulan lalu, sebuah sumber yang akrab dengan situasi itu. Ghosn berpeluang tetap dalam tahanan sampai akhir tahun karena jaksa Tokyo berencana untuk menahbiskan dia pada klaim baru terkait dengan mengecilkan pendapatannya, surat kabar Sankei melaporkan sebelumnya pada Selasa.

    Sebuah panel beranggota tiga direktur Nissan eksternal memutuskan untuk merekomendasikan pengganti Ghosn yang dipenjara. Produsen mobil menolak berkomentar.

    Baca: Mitsubishi Ikuti Langkah Nissan Memecat Carlos Ghosn

    Ghosn untuk menghadapi tuduhan termasuk kurangnya pelaporan pendapatan telah memicu upaya baru oleh Nissan untuk melemahkan kontrol Renault terhadap aliansi Perancis-Jepang mereka. Dewan Renault akan bertemu pada hari ini Rabu 5 Desember 2018 untuk membahas krisis, dua sumber dengan pengetahuan tentang masalah tersebut kepada Reuters. Ghosn, 64, adalah arsitek aliansi dan salah satu tokoh paling terkenal di industri mobil.

    Nissan telah menugasi mantan perdagangan dan pejabat industri Masakazu Toyoda, pensiunan Renault SA eksekutif Jean-Baptiste Duzan dan pembalap mobil Keiko Ihara dengan pemilihan ketua baru, yang akan disampaikan ke seluruh dewan di pertemuan berikutnya pada 17 Desember. Perubahan pada dewan harus disetujui oleh pemegang saham.

    Ghosn telah ditahan di Tokyo sejak penangkapannya pada 19 November karena dicurigai bersekongkol dengan mantan Direktur Perwakilan Nissan Greg Kelly untuk mengecilkan kompensasi sekitar setengah dari 10 miliar yen (US$88 juta), selama 5 tahun dari 2010. Pihak berwenang Tokyo Jumat memperpanjang penahanan mereka sampai maksimum 10 Desember untuk kejahatan yang dituduhkan.

    Mengutip sumber tanpa nama, harian Sankei mengatakan jaksa berencana untuk menangkap Ghosn dan Kelly pada 10 Desember karena kejahatan yang sama yang meliputi periode 2015-2017, di mana para tersangka diduga menyamakan pendapatan Ghosn sekitar 4 miliar yen.

    Simak: Bekas Pejabat Nissan Memberikan Pembelaan terhadap Carlos Ghosn

    Jika pihak berwenang menyetujui penahanan maksimum untuk kasus itu, Ghosn dan Kelly akan tetap dalam tahanan sampai 30 Desember, kata surat kabar itu. Kantor kejaksaan Tokyo menolak mengomentari laporan itu.

    Ghosn tidak dapat menanggapi tuduhan itu, yang oleh penyiar NHK disebutkan bahwa dia membantah. Panggilan ke pengacara Ghosn, Motonari Otsuru, di kantornya tidak dijawab.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.