Suzuki Hayabusa Akan Pensiun di Eropa Mulai 2019, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Hayabusa. Foto:suzuki-hayabusa.org

    Suzuki Hayabusa. Foto:suzuki-hayabusa.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Bennetts, media Inggris menyebut Suzuki Hayabusa mengakhiri produksi sebagai superbike ikonik, karena tidak memenuhi standar emisi Euro-4 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2016. Hayabusa juga gagal mematuhi peraturan keselamatan yang datang di bawah Peraturan EU 168/2013. Lalu mengapa tidak dihentikan lebih awal? Alasannya adalah bahwa pihak berwenang menawarkan masa tenggang selama dua tahun untuk menjual model-model yang tidak sesuai aturan.

    Baca: Inilah Suzuki Hayabusa Pencetak Rekor Topspeed Bertenaga 1000 HP

    Masa tenggang berakhir bulan ini dan begitu juga produksi. Meski demikian, Hayabusa akan tetap dijual di berbagai pasar seperti AS. Namun, itu akan ilegal di pasar Eropa; efektif mulai tahun depan.

    Suzuki Hayabusa adalah sepeda produksi pertama yang menembus kecepatan 320 kilometer per jam. Motor yang sempat mendapat predikat motor terkencang ini pertama kali dipamerkan ke dunia pada Oktober 1998.

    Suzuki Hayabusa alias GSX1300R saat ini berada di generasi kedua, setelah menerima beberapa fine-tuning pada tahun 2008. Banyak yang mengklaim bahwa versi baru tidak memiliki karakter gila dari Hayabusa generasi pertama.

    Baca: Suzuki Hayabusa 2019 Dikabarkan Pakai Transmisi Semi Otomatis

    Suzuki Hayabusa menggunakan mesin inline empat silinder berkapasitas 1340cc berpendingin cairan yang menghasilkan tenaga 197bhp dan torsi 155Nm. Mesin ini dikawinkan dengan gearbox enam kecepatan; dibantu dengan penggunaan tiga mode berkendara.

    DRIVESPARK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.