Kata Bos Hyundai Soal Penyebab Pasar SUV Stagnan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New Santa Fe. hyundaimobil.co.id

    New Santa Fe. hyundaimobil.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil sepanjang-Januari–Oktober 2018 meningkat 7,15 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 962.817 unit.

    Sementara itu, model sport utility vehicle cenderung stagnan. Penjualan pada Januari—Oktober 2018 tercatat 59.895 unit, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai 59.902 unit. Segmen mobil ini menyusut dari sebelumnya 6,88 persen menjadi hanya 6,22 persen.

    Baca: Pasar SUV Cerah, Penjualan Toyota Rush Naik 71,5 Persen

    Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno mengatakan bahwa pasar sport utility vehicle (SUV) pada tahun ini mengalami tantangan besar karena kondisi perekonomian dan kehadiran produk pada segmen low sport utility vehicle (LSUV).

    Dia mengatakan, secara keseluruhan pangsa LSUV membesar karena kahadiran produk seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda H-RV. Produk tersebut menjadi pilihan alternatif untuk merasakan kendaraan sport.

    "Secara overall, SUV-B yang mmg membesar. Itu tentunya jelas Rush, Terios dan HRV. Segment lain masih cenderung stagnan karena kondisi ekonomi sendiri yang memang belum terlalu baik," ujarnya kepada Bisnis, Minggu 9 Desember 2018.

    Baca: DFSK Siapkan SUV Pesaing Toyota Rush, Harga Lebih Menarik

    Adapun, pada tahun ini agen pemegang merek (APM) terpaksa melakukan penyesuaian harga untuk semua tipe kendaraan karena depresiasi rupiah. Bank Indonesia tercatat menaikan suku bunga acuan hingga menjadi 6 persen pada November 2018 atau naik naik 175 basis point (bps) dibandingkan dengan kondisi pada awal 2018 yang sebesar 4,25 persen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.