Biaya Pajak Motor Listrik Viar Q1 Setara Motor 150CC

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Bidang Transportasi DKI Jakarta Sunardi M Sinaga (kanan) bersama perwakilan dari PT Paiton Energy mencoba Motor Listrik di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis 13 Desember 2018. Motor listrik tersebut dibawa oleh PT Paiton Energy sebagai program CSR-nya di DKI Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Deputi Gubernur Bidang Transportasi DKI Jakarta Sunardi M Sinaga (kanan) bersama perwakilan dari PT Paiton Energy mencoba Motor Listrik di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis 13 Desember 2018. Motor listrik tersebut dibawa oleh PT Paiton Energy sebagai program CSR-nya di DKI Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut Corporate Manager PT Triangle Motorindo atau produsen Viar Motor Indonesia, Deden Gunawan mengatakan bahwa biaya pajak tahunan motor listrik Viar Q1 setara dengan motor 150 cc yaitu Rp 250 hingga 300 ribu. Harga Viar Q1 saat ini dibanderol Rp 18 juta on the road.

    Untuk biaya kelengkapan surat-surat, lanjut dia, Rp 2 hingga Rp 3 juta. Menurut dia, kendalanya pada biaya pembuatan surat ini yang menyebabkan harganya mahal. Sebenarnya kalau di luar negeri insentifnya sudah dari sana jadi malah lebih murah.

    Baca: Pemprov DKI Terima 50 Unit Motor Listrik Viar Q1

    Kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menunjang untuk penghematan energi melalui motor listrik, harusnya memberi insentif supaya lebih murah baru masyarakat merasa tertarik.

    Sedangkan untuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) motor listrik menurut dia sama saja dengan kendaraan konvensional saat ini. "Sama saja cuma nanti di STNK-nya saja agak berbeda, keterangannya bukan cc, kalau motor listrik jadi yang tertera daya listrik," ujarnya di Ragunan, Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Desember 2018.

    Baca: Viar Menaikkan Harga Motor Listrik Q1, Ini Penyebabnya

    Ia menceritakan, motor listrik yang baru punya STNK saat ini kebetulan baru Viar. Ia berharap dengan adanya teman-teman yang sudah produksi motor listrik ya jadi ramai, sehingga marketnya kita bisa alihkan dari konvensional engine ke motor listrik.

    "Untuk tahun depan, Pemprov sudah ada yang mulai memesan beberapa, ada juga dari BUMN, terus juga beberapa perusahaan pembangkit tenaga listrik itu sudah pakai kendaraan listrik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.