Hero Project, Toyota Gandeng Marcus Gideon dan Ni Nengah Widiasih

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Henry Tanoto, Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (Kiri), Yoshihiro Nakata selaku President Director PT. Toyota-Astra Motor (Kedua Kiri), Bob Azam selaku Director PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Kedua Kanan), dan Keijiro Inada selaku Director PT. Toyota-Astra Motor (Kanan) berfoto bersama Ni Nengah Widiasih (Tengah) sebagai salah satu Hero untuk Project Start Your Impossible di Indonesia dalam acara Start Your Impossible Media Gathering - Hero Project Indonesia. 11 Desember 2018. TOYOTA

    Henry Tanoto, Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (Kiri), Yoshihiro Nakata selaku President Director PT. Toyota-Astra Motor (Kedua Kiri), Bob Azam selaku Director PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Kedua Kanan), dan Keijiro Inada selaku Director PT. Toyota-Astra Motor (Kanan) berfoto bersama Ni Nengah Widiasih (Tengah) sebagai salah satu Hero untuk Project Start Your Impossible di Indonesia dalam acara Start Your Impossible Media Gathering - Hero Project Indonesia. 11 Desember 2018. TOYOTA

    TEMPO.CO, JakartaToyota Indonesia menggandeng dua atlet nasional dalam kampanye Start Your Impossible. Kedua atlet nasional itu adalah Marcus Fernaldi Gideon, juara ganda putra Badminton World Federation (BWF) dan peraih medali emas Asian Games 2018, serta Ni Nengah Widiasih, atlit angkat besi peraih medali perunggu di ajang Rio 2016 Paralympics Games.

    Marcus dan Ni Nengah bergabung dengan 10 atlet lain dari Asia yang digandeng Toyota Motor Asia Pacific (TMAP) dalam Hero Project. Mereka berasal dari Singapura, Thailand, India, Pakistan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

    Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Yoshihiro Nakata Hero Project adalah bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdasarkan pada 4 pilar (environment, education, safety driving, dan community development). Proyek ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi rintangan karena tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan.

    Baca: Toyota Bertransformasi Menjadi Perusahaan Mobilitas

    “Kami melihat kedua atlit ini sebagai “Pahlawan/Hero” yang akan menggunakan kemampuannya tidak hanya untuk mengubah diri mereka sendiri ke arah yang lebih baik, tetapi juga lingkungan di sekitarnya,” kata Nakata.

    Ni Nengah, kata Nakata, terpilih sebagai Hero di bidang Kid’s Empowerment, untuk akses yang lebih luas bagi anak-anak karena sebagian besar anak-anak di daerah terpencil tidak mempunyai impian besar. Mereka kekurangan inspirasi karena masih terbatasnya akses terhadap informasi. Sehingga, impian mereka pun terbatas pada hal-hal yang biasa mereka lihat di lingkungan sekitarnya dan kehidupan sehari-harinya.

    Dengan semangat Start Your Impossible dan pengalaman yang dimiliki Ni Nengah, maka diharapkan dapat menginspirasi anak-anak tersebut dengan impian dan kisah sukses, sehingga mereka mempunyai kepercayaan diri dan mindset yang positif, di mana mereka dapat menantang atau melawan keterbatasannya untuk mencapai cita-cita yang lebih besar.

    Baca: Kampanye Start Your Impossible, Toyota Komitmen Sistem Mobility

    Sementara itu, kata kunci terpilihnya Marcus sebagai Hero dari Safety Driving campaign adalah “Disiplin”. “Marcus pernah menghadapi rintangan yang berat dalam hidupnya. Namun, dia tidak menyerah/berputus asa dan tetap disiplin dalam menggapai impiannya,” ujarnya.

    Nilai-nilai kedisiplinan yang dimiliki Marcus tersebut, dinilai selaras dengan driving beharior (kebiasaan berkendara), karena selama kita menanamkan kedisiplinan di jalan raya, maka dapat menghindari kecelakaan lalu lintas.     

    “Ni Nengah dan Marcus telah mengalami berbagai kesulitan dalam menggapai cita-citanya, dan sudah sewajarnya jika mereka dijadikan sebagai inspirasi bagi team Toyota dan semua orang untuk tidak pernah putus asa dalam mewujudkan impian,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.