Penjualan Mitsubishi Xpander di Bandung Capai 7.000 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia meluncurkan varian baru Mitsubishi Xpander di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia meluncurkan varian baru Mitsubishi Xpander di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala divisi penjualan dan pemasaran region 1 PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Budi Dermawan Daulay mengatakan, sejak diluncurkan pada Agustus 2017 lalu, total penjualan Mitsubishi Xpander di Jawa Barat hingga November 2018 sebanyak 6.900 - 7.000 unit.

    Bandung menjadi kota dengan penjualan paling tinggi di Jawa Barat, dengan market share mencapai 31 persen.

    Lebih lanjut Budi mengatakan dari keseluruhan tipe Xpander yang dipasarkan, tipe Ultimate menjadi yang paling dominan dipesan para pembeli di Jawa Barat.

    Baca: Nissan Akan Memperkenalkan MPV Baru, Kembaran Mitsubishi Xpander

    "Jadi agak unik juga, kalau kompetitor lain mungkin lebih banyak varian tengah atau varian bawah, tapi kalau Xpander kami varian Ultimate masih dominan," kata Budi.

    Secara nasional, pemesanan Mitsubishi Xpander di Indonesia sejak peluncurannya hingga November 2018 mencapai 115 ribu unit, dengan jumlah kendaraan yang telah didistribusikan kepada para pembeli sebanyak 85 ribu unit. 

    Baca: Kata MMKSI Nissan Sedang Menyiapkan Kembaran Mitsubishi Xpander

    Mitsubishi Xpander merupakan kendaraan keluarga 7 penumpang (Multi Purpose Vehicle/MPV). Model ini mengisi segmen Low MPV, berkompetisi dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, dan Wuling Confero. 

    Toyota Avanza menjadi rival tertinggi Mitsubishi Xpander dengan penjualan rata-rata 6.500-7.000 per bulan. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.