Penjualan Mitsubishi Fuso 41.154 Unit, 30 Persen di Sumatera

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua SPG berpose di dekat truk Mitsubishi Fuso dalam pameran GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis, 2 Agustus 2018. Pameran otomotif yang menawarkan berbagai promo dan kendaraan terbaru ini berlangsung pada 2 - 12 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel

    Dua SPG berpose di dekat truk Mitsubishi Fuso dalam pameran GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis, 2 Agustus 2018. Pameran otomotif yang menawarkan berbagai promo dan kendaraan terbaru ini berlangsung pada 2 - 12 Agustus 2018. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Angka penjualan Mitsubishi Fuso Selama Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 41.154 unit atau meningkat 22,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Capaian penjualan ini mengukuhkan dominasi Mitsubishi Fuso dengan pangsa pasar sebesar 43,9 persen (nasional).

    Segmen Light Duty Truck (LDT) Mitsubishi SHI FE (4W+6W) mengambil kontribusi 58,2 persen atau 36.424 unit, untuk Medium Duty Truck (MDT) Mitsubishi SHI FM/FN dengan 19,1 persen atau 4.660 unit, dan Heavy Duty Truck (HDT) mengambil 70 unit dengan 1,0 persen.

    Baca: Mitsubishi Fuso Goda Pelanggan di Pekanbaru dengan Truk Baru

    Kemudian Pulau Sumatera menjadi wilayah yang berkontribusi paling besar dalam penjualan nasional. Pulau Sumatera menyumbang sebanyak 30 persen pasar. Ada empat kota yang menjadi kontribusi terbesar di Sumatera. Di antaranya Provinsi Sumatera Utara kuhsusunya Medan kemudian Pekanbaru, Lampung, dan Palembang.

    "Pekanbaru ini adalah salah satu yang volume penjualannya sangat tinggi,” kata Direktur Penjualan dan Pemasaran KTB, Duljatmono di Pekanbaru, Jumat malam, 14 Desember 2018.

    Baca: Distributor Mitsubishi Fuso Bantu Perbaikan Gedung Sekolah

    Ia melanjutkan, Pekanbaru merupakan salah satu market terbesar Mitsubishi Fuso. Ia mengklaim market share Pulau Sumatera secara total adalah 73 persen. “Jauh lebih tinggi dari pasar nasional kami 44 persen. Jadi sangat kuat pasar kami di Sumatera dan akan kami jaga,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.