4 Hal yang Harus Diperhatikan pada Sepeda Motor saat Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos banjir yang melanda kawasan Kamal Raya, Jakarta Barat, 28 Februari 2016. Hujan yang mengguyur sejak dini hari membuat air kembali meluap dengan ketinggian mencapai 50 cm. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos banjir yang melanda kawasan Kamal Raya, Jakarta Barat, 28 Februari 2016. Hujan yang mengguyur sejak dini hari membuat air kembali meluap dengan ketinggian mencapai 50 cm. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sepeda motor membutuhkan perawatan ekstra agar tetap aman dan nyaman saat dikendarai di musim hujan. Penggiat motor bekas yang juga pemilik showroom motor bekas Semangat Motor Yogyakarta, Doni Erwanto menuturkan ada empat hal yang sekiranya patut diperhatikan pemilik agar motor tetap awet dan aman dikendarai kala musim hujan.

    1. Rutin guyur motor dengan air biasa pasca kehujanan

    Doni menuturkan, air hujan tak sekedar membuat bodi motor lama-lama memudar warnanya dan menjadi kusam warnanya. Lebih dari itu, air hujan yang mengandung asam akan membuat korosi atau karat. Meski proses korosi itu bisa makan waktu lama.

    Baca: Waspada Motor Bodong Mulai Dijual ke Showroom, Ini Cirinya

    "Yang bahaya kalau karat itu lama lama menyentuh rangka as tengah, kita kan nggak bisa tahu ada keropos di dalam tiba-tiba motor itu saat lewat kubangan rangkanya patah dan membahayakan pengemudi," ujar Doni.

    Meski kemungkinan korosi rangka itu kecil, Doni menyarankan saat musim hujan selesai, motor dicek seksama dengan melihat bagian sumbu rangka roda depan, belakang, atau sumbu rangka tengah untuk dibersihkan atau zat pencegah karat.

    2. Cek rutin kampas rem

    Motor saat ini yang pengeremannya kebanyakan sudah menggunakan cakram wajib rutin mengecek kondisinya saat dipakai di musim hujan. Doni menuturkan putaran cakram yang menghasilkan panas jika terkena air hujan sebaiknya diguyur air biasa agar tidak mengendap. Sebab jika air hujan mengendap di bagian cakram itu akan menghasilkam korosi dan akhirnya menimbulkan bunyi berdecit saat rem digunakan. Jika decit itu dibiarkan lama-lama mengenai kondisi piringan cakram dan akhirnya membuat permukaannya tak rata lagi.

    "Yang bahaya kalau cakram sudah tak rata lagi permukaannya saat dipakai tiba tiba bisa mengancing sendiri," ujarnya.

    3. Cek rutin karburator

    Pada motor-motor yang sistem mesinnya masih menggunakan karburator wajib cek rutin kondisinya pasca motor itu kehujanan. Untuk motor dengan karburator, air hujan biasanya masuk menetes lewat kabel handel gas. Biasanya kalau air hujan telah masuk karburator maka motor akan sulit untuk dinyalakan atau jalannya brebet-brebet seperti mesinnya akan mati karena bensin di dalam karbu tercampur air.

    Baca: Tip Membeli Motor Bekas, Simak 5 Langkah Ini Agar Tak Tertipu

    4. Perhatikan kondisi roda

    Motor yang dipakai saat musim hujan disarankan menggunakan roda-roda yang masih layak. Artinya tak perlu harus menggunakan roda khusus atau tertentu. Namun cukup gunakan roda yang tekstur kembangannya masih terlihat bagus bukan gundul demi antipasi selip.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.