11 Bulan Wuling Jual 14.677 Unit, 87 Dealer Beroperasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Wuling SUV dipamerkan dalam pameran otomotif GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, 4 Agustus. Dian Asmahani, Brand Manager PT SGMW Motor Indonesia, mengatakan respons pengunjung GIIAS 2018 saat ini terhadap kendaraan SUV yang dipajang tersebut cukup bagus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mobil Wuling SUV dipamerkan dalam pameran otomotif GIIAS 2018 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, 4 Agustus. Dian Asmahani, Brand Manager PT SGMW Motor Indonesia, mengatakan respons pengunjung GIIAS 2018 saat ini terhadap kendaraan SUV yang dipajang tersebut cukup bagus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -  Agen merek kendaraan bermotor mobil asal Negeri Panda, PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motors) akan terus menambah jaringan dealernya hingga melewati 87 dealer hingga penghujung tahun ini.

    Perluasan dan penambahan dealer yang dilakukan perusahaan menjadi salah satu penyebab penjualan ritel Wuling sebanyak 13.808 unit atau sekitar 94,08 persen dari total distribusi yang dilakukannya ke dealer pada Januari—November 2018 dalam data Gaikindo. Total wholesales yang dicatatkan perusahaan dari Januari sampai November tahun ini tercatat sebanyak 14.677 unit.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pencapaian penjualan ritel dan wholesales Wuling sepanjang 2018 membuatnya memiliki pangsa pasar 1,3 persen dari total penjualan ritel dalam data Gaikindo.

    Baca: Pasar Mobil Bekas Pantau Potensi Harga Mobil Wuling Seken

    Kondisi tersebut juga membuat Wuling berada di 10 besar pemilik penjualan ritel besar di bawah agen-agen merek kendaraan seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu.

    Brand Manager Wuling Motors Dian Asmahani, mengungkapkan jaringan dealer yang terus bertambah di seluruh wilayah Indonesia membuat masyarakat percaya terhadap produk perusahaan dan membuat penjualan ritel mencapai 13.808 unit pada Januari—November 2018.

    Saat ini, perusahaan telah memiliki 87 dealer atau lebih banyak dari target yang ditetapkan oleh perusahaan sepanjang 2018, yakni 80 dealer. “Sampai akhir tahun kami masih berharap lebih dari 87 dealer bisa beroperasi,” kata Dian kepada Bisnis, Senin, 17 Desember 2018.

    Penambahan jaringan dealer yang dilakukan oleh perusahaan sepanjang 2018 menekankan pentingnya komitmen perusahaan terhadap layanan purna jual atau after sales sehingga membuat kepercayaan konsumen terhadap produk perusahaan meningkat.

    Baca: Kisah Dian Asmahani Membangun Brand Wuling di Indonesia

    Dia menambahkan, pemberi kontribusi terbesar penjualan ritel Wuling pada Januari—November tahun ini adalah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Adapun kendaraan bermotor mobil seri Confero merupakan kendaraan yang memberikan kontribusi penjualan ritel terbanyak bagi perusahaan pada 11 bulan tahun ini, yakni 65%. “Kontribusi paling banyak Jabodetabek,” katanya.

    Dia menambahkan, perusahaan belum memiliki target penjualan tertentu pada akhir tahun ini mengingat usia Wuling Motors di Indonesia baru 1,5 tahun pada pengujung 2018.

    Menurutnya, yang terpenting adalah fokus ke pengembangan dealer dan layanan. “Karena itu merupakan fondasi atau dasar buat untuk bermain serius dalam jangka panjang,” katanya.

    Baca: Wuling Semakin Agresif, Resmikan Dealer Ke-8 di Tangerang

    Sebelumnya, Wuling Motors berencana meluncurkan produk baru kendaraan bermotor mobilnya di dalam negeri pada tahun depan. Perusahaan, berencana menjual sport utility vehicle (SUV) pada semester pertama 2019.

    Keputusan Wuling meluncurkan medium SUV di pasar Indonesia pada tahun depan karena perusahaan melihat pertumbuhan pasar kendaraan tersebut dalam 2 tahun terakhir semakin positif.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.