Bandara Yogyakarta Dibangun, Penjualan Isuzu Terdongkrak

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isuzu Traga, senjata baru Isuzu sambut pasar pasca bandara baru Yogya beroperasi 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Isuzu Traga, senjata baru Isuzu sambut pasar pasca bandara baru Yogya beroperasi 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dimulainya pembangunan bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo tahun 2018 ini dinilai turut mendongkrak penjualan produk commercial vehicle Isuzu.

    "Dampak dari pembangunan bandara baru itu produk commercial vehicle kami ikut meningkat," ujar Branch Manager Astra Isuzu Yogyakarta, Uberlin Tangkas, Rabu, 19 Desember 2018.

    Commercial vehicle Isuzu sendiri ada yang jenis roda 4 maupun roda 6. Dan pasar yang paling terdongkrak akibat proses pembangunan bandara baru itu yakni jenis truk roda 6, seperti Isuzu ELP NMR 71T HD 6.1 yang per unitnya dibanderol harga Rp 338,5 juta (OTR).

    Baca: Musim Liburan, Isuzu Manjakan Pemilik Truk Lewat Bengkel Berjalan

    "Pembangunan bandara membutuhkan transportasi banyak untuk angkut material dari depo ke proyek lokasi, dan kami kebetulan memiliki unit yang dibutuhkan pasar, jadi lebih mudah menjual," ujarnya.

    Padahal sebelum pembangunan bandara dimulai penjualan seri roda 6 Isuzu ini rata-rata perbulannya hanya sekitar 20an unit.

    "Setelah bandara mulai dibangun, muncul pelanggan baru mereka yang membeli unit roda 6 ini untuk disewakan, ini yang mendongkrak penjualan itu," ujarnya.

    Berlin mengatakan hingga November 2018 lalu pihaknya berhasil membukukan pencapaian penjualan nomor satu di DIY untuk jenis commercial vehicle ini.

    "Market share kami sekarang berada di kisaran 40,98 persen. Kurang lebih di atas 290-300 unit terjual perbulan," kata dia.

    Baca: Isuzu Indonesia Juara Dua Kompetisi Mekanik di Tokyo

    Pertumbuhan market share Isuzu sendiri tahun ini meningkat sekitar 25-26 persen dibanding tahun lalu. Total pertumbuhan market share commercial vehicle di Yogya sebesar 12 persen.

    Dengan hasil capaian itu, Astra Isuzu Yogyakarta pun optimis mampu menguasai sebanyak 50 persen market share segmen comercial vehicle di DIY tahun 2019 nanti.

    Terlebih kehadiran bandara NYIA yang ditarget Presiden Joko Widodo beroperasi April 2019 akan mendorong tumbuhnya sektor industri dan wisata. Kebutuhan kendaraan angkutan baik untuk kebutuhan logistik, distribusi, dan sebagainya diperkirakan ikut naik.

    Untuk mempersiapkan pertumbuhan sektor industri dampak bandara baru itu, Isuzu menyatakan telah memiliki dua senjata baru. Yakni Isuzu Traga, yang bermain di segmen mini truk atau seperti pikup jumbo dengan daya angkut di bawah tiga ton.

    Segmen dari unit Traga yang membawa mesin bandel dan irit Isuzu Panther ini seperti perusahaan ekspedisi, katering, dan lainnya yang diyakini bertumbuh saat bandara baru Yogya beroperasi. Traga bakal menjadi pesaing ketat pikup legendaris Mitsubishi L300 yang selama in menguasai pasar kelas itu.

    Berlin menuturkan sejak dilaunching April 2018 lalu, peminat Traga yang harganya Rp 198 juta (OTR) itu terus menanjak dengan penjualan rata-rata 4-5 unit. "Tahun depan saat bandara baru beroperasi kami optimis Traga ini bisa terjual lebih dari 10 unit per bulan," ujarnya.

    Selain membidik sektor industri menengah yang bertumbuh pasca bandara beroperasi, Berlin menuturkan pihaknya pun tak akan melewatkan potensi sektor wisata dan induatri transportasi yang terdongkrak. Misalnya untuk transportasi wisatawan dari kalangan perhotelan juga jasa rental kendaraan.

    "Untuk sektor wisata kami sudah siapkan seri mikro- medium bus, kendaraan jenis ini bakal lebih banyak dibutuhkan karena jalan-jalan di Yogyakarta lebih memungkinkan untuk bus ukuran kecil- sedang," ujarnya.

    Berlin meyakini usai bandara baru beroperasi pembangunan infrastruktur akan digenjot kencang baik jalan dan shuttle transportasi sehingga kebutuhan kendaraan utamanya seperti bus akan ikut meningkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.