Kisah BMW dan Mercedes-Benz Dulu Lawan Siap Menjadi Kawan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW AG pernah menghindari upaya pengambilalihan oleh Daimler AG sebagai perusahaan induk Mercedes-Benz pada enam dekade yang lalu. Selama puluhan tahun, dua ikon mobil mewah asal Jerman itu bersaing dalam tren model dan teknologi otomotif terkini di pasar dunia.

    BMW dan Daimler tengah dalam pembicaraan untuk menggabungkan kekuatan pada komponen utama, termasuk platform kendaraan listrik, baterai mobil dan teknologi swakemudi, menurut sumber yang akrab dengan masalah ini, dilansir Bloomberg, Jumat. Jika kesepakatan itu terjalin, BMW Seri 2 coupe dan Mercedes A-Class sedan bisa saja menggunakan platform yang sama.

    Baca: Mewahnya Mercedes-Benz Pullman Langganan Para Bos hingga Presiden

    Persaingan antara keduanya bisa berubah menjadi sebuah kemitraan demi menghemat biaya pengembangan kendaraan di masa depan. Kerja sama ini belum pernah terjadi sebelumnya. "Tekanan pada pembuat mobil sangat besar sekarang, dan tahun ini kami telah melihat tanda-tanda krisis," kata Juergen Pieper, analis Bankhaus Metzler yang berbasis di Frankfurt. "Kolaborasi yang lebih luas sedang meningkat untuk membantu memerangi biaya dan pembelanjaan secara paralel," kata dia.

    Ketegangan pun sedang terjadi menyusul indeks Stoxx Europe 600 Automobiles yang menurun 26 persen tahun ini. BMW dan Daimler menurunkan target keuntungan pada 2018, menyalahkan ketegangan perdagangan serta meningkatnya biaya mengembangkan kendaraan.

    Biaya pengembangan tersebut, terkait dengan rencana Daimler meluncurkan 10 kendaraan listrik dalam empat tahun ke depan, sedangkan BMW akan menawarkan 12 mobil yang hanya memakai baterai pada 2025.

    Pengeluaran yang bersifat "spekulatif" itu harus digelontorkan perusahaan saat penjualan otomotif global merosot pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2010, kata Jonathon Poskitt, direktur peneliti pasar LMC Automotive.

    Simak: Survei: Toyota Merek Otomotif Termahal Kalahkan BMW dan Ferrari

    Di tengah ketegangan perdagangan, pengetatan suku bunga dan konflik politik, prospek 2019 "bukan tanpa risiko," katanya dalam sebuah laporan. Persaingan semakin ketat dengan hadirnya perusahaan teknologi, misalnya Alphabet dari Google, yang ikut menggarap mobil masa depan. Pabrikan lainnya, Volkswagen juga bernegosiasi dengan Ford dalam kerja sama memproduksi van dan kendaraan otonom, dengan menggandeng Microsoft.

    BMW juga bermitra dengan Toyota untuk membuat mobil sport Z4 dan Supra, bekerja sama dengan Intel Corp. Daimler pun memiliki serangkaian proyek produksi mesin dengan Renault SA dan Nissan Motor.

    Sebelumnya, pimpinan Fiat Chrysler NV Sergio Marchionne yang telah meninggal dunia pertengahan tahun ini, sudah lama mengingatkan industri otomotif agar tidak membuang uang demi mengembangkan teknologi yang sama.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.