Tips Menghindari Microsleep saat Liburan Mengendarai Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengemudi mulai mengantuk karena microsleep. Sumber: toyota.astra.id

    Ilustrasi pengemudi mulai mengantuk karena microsleep. Sumber: toyota.astra.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan liburan akhir tahun memang mengasyikkan karena bisa menghilangkan penat dan berekreasi bersama keluarga. Namun, kecelakaan bisa menghantaui perjalanan ketika disergap microsleep. Microsleep adalah kondisi dimana pengemudi tertidur secara tiba-tiba hanya dalam waktu yang sangat singkat.

    Microsleep umumnya berlangsung tidak lebih dari 30 detik, tapi momen yang sangat singkat itu bisa berarti pilihan antara hidup atau mati. Microsleep sering terjadi saat kamu melakukan pekerjaan yang monoton, seperti berkendara dalam waktu yang lama. Agar terhindar dari risiko microsleep, berikut ada tips ringan yang bisa diterapkan seperti dikutip dari toyota.astra.co.id.

    Baca: Musim Liburan Akhir Tahun, Ini Tip Berkendara Aman ala Chevrolet

    Hal yang paling mendasar adalah persiapan diri sebelum mengemudi mobil MPV Toyota kesayangan. Kuncinya adalah kamu harus mampu mengukur kondisi fisik. Upayakan untuk dapat beristirahat cukup dan tidak memaksakan diri mengemudi jika fisik dirasa belum fit. Misalnya ada jeda waktu yang cukup antara terakhir bekerja dan perjalanan liburan agar tersedia waktu untuk istirahat.

    Sebelum melakukan perjalanan panjang, lakukan senam ringan untuk meregangkan otot tubuh yang kaku. Cuci muka dengan air bersih agar terasa segar dan membantu mengusir rasa ngantuk. Siapkan air putih sebagai teman perjalanan, bisa pula permen dengan rasa sedikit asam untuk membuat badan tetap terjaga.

    Tak ketinggalan sediakan camilan selama perjalanan, tapi jangan sampai mengganggu konsentrasi mengemudi. Untuk meningkatkan konsentrasi dengarkan musik kesayangan, tapi jangan yang berirama terlalu keras seperti heavy metal karena justru mendorong kamu untuk mengemudi secara agresif.

    Diusahakan dalam perjalanan ini ada teman ngobrol ada teman di sebelah yang bisa dijadikan lawan bicara merangkap navigator. Ia bisa menyiapkan dan menyimpan kartu e-toll, membaca peta digital, mengatur musik yang diputar audio mobil, serta membantu saat ingin makan atau minum. Beri arahan pada navigator untuk memberi teguran jika dilihat perilaku kamu dalam berkendara dianggap membahayakan.

    Baca: 7 Tips Mengajak Anak Berkendara yang Aman Pakai Kursi Khusus

    Selama mengemudi, cobalah perhatikan respons tubuh. Apakah pernah melakukan kesalahan kecil seperti salah menyalakan lampu sein atau sulit menjaga mobil tetap berada di jalurnya? Berkaitan dengan kondisi fisik, amati pula apakah kepala dan kelopak mata terasa berat?Atau bahkan kerap menguap dengan durasi yang cukup panjang dan kepala mengangguk tanpa sengaja.

    Tingkatkan kewaspadaan saat memasuki jam kritis atau saat telah mengemudi selama hampir 3 jam. Apalagi bila di jalan sering terkena macet yang cukup menguras stamina. Ketika sudah mengalami kelelahan sebaiknya istirahat tidur. Rest area bisa jadi pilihan lokasi terbaik saat kamu melaju di jalan tol, termasuk pula pom bensin, mesjid, dan kantor polisi di pinggir jalan biasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.