Toyota Menarik Kembali 5.000 Unit Vios di Cina, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan New Toyota Vios untuk memperkuat pasar sedan di Indonesia, Selasa, 3 April 2018. (Dok TAM)

    PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan New Toyota Vios untuk memperkuat pasar sedan di Indonesia, Selasa, 3 April 2018. (Dok TAM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota akan menarik lebih dari 5.000 unit sedan Toyota Vios di Cina mulai 31 Januari 2019 karena masalah pada airbag, menurut regulator Cina.

    Dikutip dari Xinhuanet, Minggu 23 Desember 2018, penarikan kendaraan yang diajukan oleh Tianjin FAW Toyota Motor Co itu akan melibatkan 5.032 kendaraan superkompak yang diproduksi antara 23 Oktober 2002 dan 15 April 2003, dalam pernyataan yang disampaikan Administrasi Negara Peraturan Pasar Cina.

    Baca: Fitur Keselamatan Toyota Posisi Teratas Uji Tabrak ASEAN NCAP

    "Airbag penumpang depan kendaraan, yang diproduksi oleh pabrikan Jepang Takata, memiliki inflator yang rusak yang dapat pecah dan berpotensi fatal ke penumpang ketika airbag mengembang," kata pemerintah. Toyota akan mengganti airbag yang rusak secara gratis.

    Kasus serupa juga dialami produsen mobil di Amerika Serikat dengan memperbaiki lebih dari 7,2 juta inflator kantong udara merek Takata yang rusak sepanjang 2018, sejalan dengan upaya perusahaan-perusahaan otomotif itu demi menuntaskan proses "recall" akibat kecacatan airbag tersebut.

    Menurut laporan independen dilansir Reuters, sebanyak 37 juta kendaraan dengan 50 juta kantung udara sudah ditarik, kendati masih ada 16,7 juta airbag yang harus diganti. Deputi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Heidi King, menyatakan bahwa tingkat perbaikan rata-rata naik 30 persen, dilansir Reuters.

    Baca: Toyota: Konsumen Indonesia Menyukai Sedan Sporty

    Tingkat perbaikan pada Ford Rangers 2006 meningkat dari 6 persen pada Januari menjadi 82 persen pada Oktober 2018, sementara recall Honda model 2001-2003 mencapai tingkat perbaikan 96 persen, kata laporan itu.

    Sebelumnya, terdapat 23 kasus kematian di seluruh dunia yang dikaitkan dengan pecahnya inflator kantung udara Takata, termasuk 15 kasus di Amerika Serikat. Masalah ini memicu penarikan kembali yang tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah industri otomotif karena melibatkan sekitar 100 juta inflator dari 19 produsen mobil utama.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.