Mobil Diterjang Tsunami Anyer, Apa Saja yang Harus Diperbaiki?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

    Kondisi Tanjung Lesung pada Ahad, 23 Desember 2018, setelah diterjang tsunami pada Sabtu malam (22/12). Foto: Mursid Widjajanarko.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana tsunami yang menerjang di kawasan wisata Banten dan Lampung hingga kini telah menewaskan 62 orang. Tak hanya nyawa, beberapa mobil juga hanyut terkena ombak tsunami. Lalu apa saja kerusakan yang dialami mobil ketika terkena arus tsunami dan terendam air laut?

    Simak: Mobil Diterjang Tsunami Anyer Bisa Klaim Asuransi, Asalkan..

    Kepala Mekanik Gn Auto Service, Suherlan mengatakan bahwa kerusakan mobil yang dialami ketika terendam air laut ada tiga macam, pertama kelistrikan, kedua interior, dan ketiga mesin. Kalau dari kelistrikan harus ganti Electric Control Unit (ECU) karena segala sensor elektronik ini ketika terendam air, apalagi air laut yang memiliki sifat korosif karena ada unsur garam pasti akan mati total.

    ECU pada mobil adalah sistem pengontrol yang terdapat pada mobil berisi rangkaian elektronika dan software yang bertugas membaca sensor-sensor pada mesin kemudian memerintahkan aktuator untuk bekerja. Berbagai kontrol mesin dan keamanan mobil biasanya ada di dalam ECU atau Engine Control Module (ECM) ini.

    “Dari interior juga harus di bongkar semua seperti jok diganti, air conditioner (AC) juga pasti mati. Belum lagi mesin yang harus dikuras total dan dilakukan turun mesin, kerusakan part biasanya ring seher dan plat kopling yang menempel sehingga tidak berfungsi karena karat terkena air laut,” ujarnya pada Oktober 2018.

    Ia menambahkan, bagian eksterior juga bisa rusak parah apabila terseret arus karena menabrak benda apa saja. Berbeda ketika mobil hanya terendam, tentunya bagian eksterior tidak mengalami masalah.

    Baca: Tips Menghindari Microsleep saat Liburan Mengendarai Mobil

    Menurut Suherlan, mobil yang terendam air laut masih bisa di perbaiki tergantung kerusakannya. Namun untuk bagian kaki-kaki, kata Suherlan, tidak perlu diganti karena bagian ini sudah biasa terkena air.

    Biaya memperbaiki mobil yang terendam air laut atau tsunami, menurut Suherlan tergantung dari kerusakan, tapi ia memperkirakan dibanderol sekitar Rp 50 juta. “Tidak senilai harga mobil baru jika ingin diperbaiki, tapi tetap melihat separah apa kerusakannya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.