Biaya Reparasi Sepeda Motor Kena Tsunami Lebih dari Rp 7 Juta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor ringsek akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan sebagian besar korban meninggal diakibatkan oleh terjangan tsunami Palu. TEMPO/Muhammad Hidayat.

    Sepeda motor ringsek akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan sebagian besar korban meninggal diakibatkan oleh terjangan tsunami Palu. TEMPO/Muhammad Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tsunami  Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung menyebabkan kerusakan pada sepeda motor. Banyak sepeda motor yang ikut terseret arus hingga menyebabkan kerusakan parah.

    “Tingkat kerusakannya pasti beda-beda ya, kalau yang rusaknya sangat parah pasti dari bodi remuk semua, jadi harus ganti total. Tapi kalau yang rusak hanya beberapa, cukup diganti yang rusak saja,” ujar Anvany Irawan, kepala mekanik Ahass Putera Merdeka di Cibubur Senin, 24 Desember 2018.

    Baca: Ini Biaya yang Wajib Disiapkan Usai Mobil Tersapu Tsunami Anyer

    Ia melanjutkan, kerusakan lainnya adalah pada bagian kelistrikan dan mesin. Menurut Anvany, jika tidak ada part yang rusak cukup servis saja dan dilakukan pengurasan pada bagian oli mesin dan tangki bensin.

    Misalnya biaya perbaikan untuk Honda Beat. “Ganti full bodi saja bisa habis Rp 3 juta, ditambah biaya full servis seperti kuras oli, tangki bensin, kelistrikan dan lain-lain itu mencapai Rp 300 ribu.

    Lain halnya dengan Honda Vario yang lebih mahal, kata Anvany, untuk ganti full bodi saja bisa mencapai Rp 5 hingga 6 juta, karena reflektor LEDnya saja sudah Rp 1,2 juta. Ditambah biaya full servis juga dibanderol Rp 300 ribu.

    Simak: Kenali Gejala Komstir Motor Matik Mulai Rusak, Ini Biayanya

    Itu hanya biaya servis tanpa penggantian part, jika ada part yang diganti pastinya akan lebih mahal. Jadi tetap harus melihat juga seberapa parah kerusakannya, kalau ada part di dalam mesin seperti piston yang rusak akibat terendam air laut tentunya akan lebih mahal,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.