Nissan Siapkan SUV Listrik Lebih Ganteng, Mesin Tetap Bertenaga

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan IMx menggunakan mesin listrik.Sumber: motor1.com

    Nissan IMx menggunakan mesin listrik.Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, JakartaNissan telah mendaftarkan paten mobil listrik SUV di European Intellectual Property Office untuk dua model sekaligus pada 10 Desember 2018. Mobil yang dimaksud adalah model IMS dan IMQ yang mungkin terkait dengan konsep Nissan IMx dan konsep Nissan IMx KURO.

    Baca: Nissan Akan Memperkenalkan MPV Baru, Kembaran Mitsubishi Xpander?

    IM berarti Intelligent Mobility, sehingga IM_ dapat menjadi basis bagi konsep mobil listrik - model berikut akan mendapatkan huruf terpisah seperti S dan Q. Model terbaru akan terungkap dalam beberapa pameran motor berikutnya.

    Dari tampang depan, Nissan IMx sebagai prototipe terlihat futuristik. Moncong depan tampak agresif dengan adanya lubang aero di dekat bumper depan. Samping pintu depan pun ada lubang aero. Lampu hanya mengandalkan LED mirip DRL, simpel tanpa adanya lampu kabut. Logo Nissan yang ada di depan dan belakang juga bisa menyala. Pada bagian belakang simpel mirip dengan model SUV Nissan lainnya, namun garis bodi lebih tegas.

    Nissan IMx menggunakan mesin listrik.Sumber: motor1.com

    Diharapkan Nissan akan memperkenalkan versi produksi crossover listrik atau SUV dalam waktu 2 tahun, setelah platform baru untuk BEV selesai. IMx akan dilengkapi dengan penggerak semua roda atau 4 wheels seperti pada umumnya mobil SUV.

    Simak: Begini Cara Nissan Menguji Kualitas Cat 7 Hari Tanpa Henti

    Soal mesin menggunakan model mesin listrik yang bisa menghasilkan tenaga hingga 320 kW dan torsi 720 Nm. Tenaga ini mampu mengalahkan Suzuki Jimny yang menggunakan mesin 1,5 liter dengan tenaga 100 hp dan torsi 95 Nm. Pada SUV Nissan menawarkan jangkauan perjalanan hingga 600 km dari jangkauan di JC08 atau sekitar 360 km ketika diterjemahkan ke dunia nyata.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.