Adu Performa Suzuki Jimny dan Mercedes-Benz G63, Superior Mana?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adu Performa Suzuki Jimny dan Mercedes-Benz G63. Sumber: topgear.com.ph

    Adu Performa Suzuki Jimny dan Mercedes-Benz G63. Sumber: topgear.com.ph

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang membandingkan Suzuki Jimny dengan Mercedes-Benz G Class meski soal harga bedanya bagaikan langit dan bumi. Harga Mercy G-Class menembus miliaran atau 9 kali harga Suzuki Jimny yang di Jepang dipatok mulai Rp 186 juta hingga Rp 264 juta. Belum lagi soal mesin, Mercedes-AMG G63 bak banteng liar, sedangkan Suzuki Jimny lebih pas mirip kambing gunung kecil.

    Dalam pengujian yang dilakukan oleh Topgear.com.ph, Mercy G63 memimpin soal performa mesin dan kehandalan berpacu dalam lintasan aspal. Maklum mesin G63 mampu menyemburkan tenaga hingga 476 hp menang jauh dari mesin Suzuki Jimny hanya 100 hp atau selisihnya hampir lima kali lipat.

    Baca: 6 Bulan Dipasarkan, Suzuki Jimny Mulai Alami Kendala pada ESP

    Dari penuturan pengemudi Suzuki Jimny, yang tercecer di belakang, menyoba mengimbangi performa G63. Mobil pun digeber mendekati kecepatan tertinggi yang diklaim pabrikan yaitu 145 km per jam pada gear kelima. Namun, hentakan mobil saat kecepatan tinggi sangat terasa di kabin. Kepala terayun-ayun dan beberapa kali dada menumbuk setir. Suara angin yang bertumbukkan dengan bodi mobil makin kencang, hanya dilampaui oleh suara mesin 1,5 liter saat melewati 5.000rpm.

    Tak lama dari itu, sedikit dipacu lagi ternyata Suzuki Jimny masih mampu meraih kecepatan yang lebih tinggi, jarumnya bergerak dan mendarat dengan kecepatan 175 km per jam pada putaran 5,500 rpm. Kecepatan yang diraih lebih tinggi dari klaim Suzuki sekitar 31 kilometer per jam. Setelah itu, Pengemudi memilih mengurangi kecepatan karena roda mengalami goncangan yang tinggi, situasi yang tidak dirancang untuk mobil untuk ngebut.

    interior Mercedes-Benz G63. Sumber: topgear.com.ph

    Pada Mercedes-Benz G63, kabinnya lebih tenang, hanya terganggu oleh logam deathcore pipa samping, dan mesin menderu dengan kekuatan besar sedang bekerja. Dari instrumen tercatat kecepatan pada 241 kilometer per jam. Performa G-Class memang lebih kencang dibandingkan Suzuki Jimny pada medan aspal.

    Ketika melewati jalur berbatu, Suzuki Jimny menjadi penunjuk jalan, melesat dari G-Class yang lebih memilih safety. Maklum bobot G-Class dua kali lipat dibandingkan Jimny. Mobil SUV imut ini memang handal dengan mengadopsi 4WD kecil dan ringan. Namun, diakui Suzuki Jimny punya kelemahan soal kabin yang pas-pasan.

    Simak: Suzuki Jimny Laris di Inggris, Inden Terpanjang Sampai Satu Tahun

    Namun Suzuki Jimny dengan empat kursi adalah city car yang sempurna. Kecil, kenyal, Anda bisa berkendara ke mana saja dengan tuas throttle, dan sementara plastik interior tidak terlalu baik. Mobil ini dilengkapi satnav, AC, radio, dan cruise control. Dan Anda bisa melepas sandaran kepala dan meletakkan kursi depan rata dengan kursi belakang untuk membuat tempat tidur darurat.

    Interior Suzuki Jimny terbaru yang diparkir di dealer Suzuki Arena, Kasubake-shi, Saitama, Jepang, 11 Juli 2018. FOTO: Tut Mardana untuk TEMPO.

    Di hutan, kedua mobil menemukan berat, cocok untuk menguji mode off-road yang ringan. Suzuki Jimny mengandalkan di penggerak roda depan (2H) itu akan berputar cepat, tapi pengemudi kemudian memindahlan tuas ke penggerak empat roda (4H) untuk memastikan aman dalam jalur berat hingga penggunaan mode 4L jika melewati jalan berlumpur.

    Baca: Maruti Akan Produksi Suzuki Jimny di India, Indonesia Kapan?

    G63 melakukan sesuatu yang sedikit berbeda. Split torsi standar adalah 40:60 depan: belakang, dipilih karena lebih memuaskan di jalan dan hampir sama efektifnya dengan 50:50. Anda bisa mengarahkan G63 ke mana pun Anda suka tanpa menyentuh satu tombol — medan berlumpur, berbatu, terjal. Tetapi jika Anda ingin melewati medan offroad, Anda dapat menggunakan penguncian diferensial secara manual dan menggunakan mode 4L hingga 40 km per jam.

    TOPGEAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.