Hyundai Santa Fe Punya Sistem Keamanan Terbaru Pakai Sidik Jari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai Santa Fe 2019. (Netcarshow)

    Hyundai Santa Fe 2019. (Netcarshow)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hyundai Motor Co mengumumkan teknologi sidik jari pertama di dunia yang memungkinkan pengemudi untuk tidak hanya membuka kunci pintu, tetapi juga menghidupkan kendaraan. Dilansir dari situs resmi Hyundai, Senin 24 Desember 2108, perusahaan asal Korea berencana untuk menerapkan teknologi awal ini pada model SUV Santa Fe yang akan dirilis di pasar tertentu pada kuartal pertama 2019.

    Untuk dapat membuka kunci kendaraan, pengemudi diharuskan meletakkan jari pada sensor yang terletak di pegangan pintu. Informasi sidik jari yang terenkripsi akan diidentifikasi dan dikirim ke pengontrol sidik jari di dalam kendaraan. Pengemudi juga dapat dengan mudah menyalakan kendaraan dengan menyentuh kunci kontak yang juga dilengkapi dengan sensor pemindaian sidik jari.

    Baca: Alasan Hyundai Pilih Indonesia Bangun Pabrik Mobil Listrik

    Teknologi ini juga menyediakan lingkungan berkendara yang disesuaikan. Menyesuaikan informasi preferensi pengemudi dengan data sidik jari, kendaraan secara otomatis menyesuaikan posisi duduk, fitur mobil yang terhubung, dan sudut spion samping sesuai dengan pengemudi.

    "Di masa depan, Hyundai Motor berencana untuk memperluas penerapan teknologi untuk memungkinkan penyesuaian suhu, posisi roda kemudi, dan banyak fitur lainnya yang akan disesuaikan dengan preferensi pengemudi," ujar Presiden dan Kepala Riset & Pengembangan Divisi Hyundai Motor Co Albert Biermann.

    "Hal ini pada akhirnya akan menawarkan pengalaman berkendara yang berkualitas bagi setiap dan semua pelanggan Hyundai," kata Albert menambahkan.

    Hyundai juga membahas masalah keamanan pada teknologi sidik jari cerdas ini. Dengan pengenalan kapasitansi, yang mendeteksi perbedaan level listrik di berbagai bagian ujung jari, teknologi sidik jari secara efisien mencegah pemalsuan dan sidik jari palsu.

    Peluang teknologi untuk salah mengenali sidik jari orang lain sebagai pengemudi hanya 1 banding 50.000, yang membuatnya lima kali lebih efektif daripada kunci kendaraan konvensional, termasuk kunci pintar.

    Simak: Hyundai Elantra 2019 Makin Canggih, Simak Harganya

    Selain itu, melalui pembelajaran sidik jari secara real-time yang didukung oleh sistem 'pembaruan dinamis', sistem sidik jari dapat terus meningkatkan tingkat keberhasilannya. Hyundai akan menerapkan teknologi sidik jari di pasar tertentu dan secara bertahap berkembang ke pasar lain.

    Hyundai Motor juga berencana untuk terus menerapkan teknologi yang dapat disesuaikan lainnya ke jajaran kendaraan, untuk memperkuat kepemimpinan teknologi di pasar mobilitas masa depan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.