Cara Nissan Peduli Pelanggan Kena Tsunami Anyer, Ada Diskon

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Nissan yang rusak setelah terjadinya gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Sumber: facebook Budi Nur Mukmin

    Mobil Nissan yang rusak setelah terjadinya gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Sumber: facebook Budi Nur Mukmin

    TEMPO.CO, Jakarta - Nissan Indonesia mengumumkan program purna jual khusus bagi pelanggan Nissan dan Datsun yang kendaraannya terkena musibah bencana alam tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018.

    Deputy Director Communications PT. Nissan Motor Indonesia, Troy Pantouw mengatakan, kami menghaturkan rasa duka cita sedalam-dalamnya bagi para korban dari bencana alam tsunami yang menimpa kawasan Banten dan Lampung Selatan.

    Baca: Ini Alasan Pelanggan Pertama Memilih New Nissan Terra

    “Kami berharap program spesial layanan purna jual ini bisa membantu meringankan beban dari para pelanggan kami,” ujarnya dalam siaran pers Jumat, 28 Desember 2018.

    Nissan menawarkan program layanan khusus melalui diskon 20 persen untuk Nissan Genuine Part, diskon 30 persen untuk Nissan Genuine Oil, dan diskon 25 persen untuk biaya jasa servis dan jasa perbaikan bodi & cat.

    Diskon berlaku untuk pelanggan yang terkena dampak gelombang tsunami di wilayah Banten dan Lampung mulai 27 Desember 2018 hingga 31 Januari 2019 (syarat dan ketentuan berlaku).

    Simak: New Nissan Terra Terdistribusi Selama November 539 Unit

    Program ini hanya diperuntukkan bagi pelanggan yang tidak ditanggung asuransi kendaraan. Pelanggan dapat mengunjungi dealer Nissan-Datsun Labuhan Ratu di Lampung, Nissan-Datsun Jatake dan Cimone di Tangerang.

    Pelanggan dapat menghubungi layanan Nicole di 14023 dan Tanya Datsun di 1500023 untuk informasi lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.