Ford F-150 Raptor 6x6 Modifikasi Ini Dijual Rp 5,4 Miliar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hennessey memodifikasi Ford F-150 Raptor 6x6. Harganya Rp 5,4 miliar (Motor1)

    Hennessey memodifikasi Ford F-150 Raptor 6x6. Harganya Rp 5,4 miliar (Motor1)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hennessey adalah perusahaan modifikasi asal Amerika Serikat yang terkenal membuat mobil modifikasi menjadi tak biasa. Salah satu ciptaannya yang gila adalah VelociRaptor 6x6 yang dibangun dari basis Ford F-150 Raptor.

    Ford F-150 Raptor yang sudah diperkenalkan sejak dua tahun lalu kini dimodifikasi dan mendapatkan tenaga ekstra dan set roda ekstra. VelociRaptor mengakomodasi gardan belakang sekunder. Sedangkan gardan ekstra bekerja sama dengan yang asli, artinya dilengkapi dengan diferensial slip terbatas dan suspensi Fox yang ditingkatkan.

    Baca: Inilah Jeep Wrangler Paling Gahar di Dunia, Bertenaga Uap

    Selain set roda ekstra, VelociRaptor 6x6 juga dilengkapi roll bar yang dapat dipasang di bak belakang. Kemudian roda memakai ukuran 20 inci dengan ban off-road 37 inci, lampu off-road LED, dan bumper yang didesain ulang.

    Simak videonya: 

    Peningkatan pada kaki-kaki membuat as roda menjadi lebih berat. Untuk meningkatkan daya dan membawa bobot tambahan, perusahaan menggunakan turbocharger baru, knalpot baru, intercooler baru, dan pemrograman mesin baru, sehingga total output mencapai 600 tenaga kuda (447 kiloWatts).

    Baca: Inilah Tipe Mobil Jeep yang Lumayan Laris di Indonesia

    Bagi yang ingin memboyong truk pikap dengan enam roda ini, Hennessey membanderol US$ 375 ribu atau setara Rp 5,4 miliar. Beberapa pilihan juga ditawarkan untuk mendapatkan rem Brembo yang lebih besar, berbagai pencahayaan interior dan peningkatan visual, bahkan roda dan ban yang lebih besar, namun dengan harga berbeda.

    MOTOR1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.