Bengkel Banjir Order Usai Tahun Baru, Harga Spare Part Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa mekanik sedang sibuk memperbaiki motor yang sedang di service. Sumber: antara

    Beberapa mekanik sedang sibuk memperbaiki motor yang sedang di service. Sumber: antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah liburan panjang Natal dan Tahun Baru, banyak pengendara sepeda motor menyambangi bengkel-bengkel servis di Jakarta. Keperluan mereka beragam, namun rata-rata untuk mengganti pelumas mesin atau pergantian spareparts.

    “Kalau habis liburan begini memang lumayan yang datang ke bengkel untuk ganti oli dan service lainnya,” ujar mekanik Setya Motor, Ampera, Jakarta Selatan, Anto, Rabu 2 Januari 2018.

    Baca: Bagian Motor Matik Ini Perlu Diperiksa Usai Dipakai Jarak Jauh

    Anto menjelaskan pada hari biasa, kendaraan yang service untuk sekadar penggantian oli mesin tidak terlalu banyak dibandingkan pada setelah masa liburan. “Kalau habis liburan memang seperti ini, motor yang di service lebih banyak, itu juga terjadi pada saat libur Lebaran,” kata Anto.

    Di tempat yang berbeda, Feri pemilik bengkel First Jaya Motor sekaligus mekanik menambahkan, bahwa masa liburan menjadikan bengkelnya ramai pengunjung. “Kalau habis libur ya beginilah keadaannya, motor banyak yang -- Alhamdulillah antre untuk diservis. Kalau biasanya hanya 8-10 motor, sekarang bisa sampai 15 motor perhari,” kata Feri di Cinere.

    Feri menambahkan, kebanyakan konsumen yang datang menggunakan motor jenis matik, yang sedang menjamur di pasar Indonesia. “Kalau kebanyakan yang datang untuk service disini kebanyakan motor matik, kebanyakan ya ganti oli dan mengganti tali vanbelt,” tambahnya.

    Simak: Yamaha Bison Akan Tambah Gagah, Desain Lebih Maskular

    Sayangnya, harga beberapa suku cadang dan oli mengalami kenaikan pada tahun baru ini, yang menimbulkan keluhan dari konsumen. “Namun sekarang untuk harga ini di tahun baru ini harga oli dan spare part banyak mengalami kenaikan terlebih di pada oli. Kenaikannya memang tidak banyak, antara Rp4.000 sampai Rp5.000 untuk oli,” katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.