Tahun Politik, Pasar Otomotif 2019 Diprediksi Positif

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keramaian booth Mitsubishi di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Keramaian booth Mitsubishi di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat otomotif yang juga dosen Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu memprediksi pasar otomotif dalam negeri tahun ini akan melaju ke arah yang lebih positif.

    Terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi pendapatnya tersebut, di antaranya tren daya beli masyarakat yang terus tumbuh, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang berangsur menguat, situasi politik yang relatif kondusif menjelang pemilihan umum serta hadirnya model-model terbaru baik dari kendaraan roda dua maupun roda empat.

    "Kalau lihat trennya sekarang ini, pasar otomotif di Indonesia akan cenderung lebih positif dibanding tahun 2018," ujar Yannes saat dihubungi Antara, Kamis, 3 Januari 2019.

    Baca: 15 Tahun, Penjualan Toyota Avanza Capai 1,7 Juta Unit

    Selain itu, Yannes juga melihat sektor ekspor kendaraan roda empat yang terus meningkat. Dia menilai produk kendaraan ekspor dalam negeri, terutama pada segmen low MPV (multi purpose vehicle) memiliki pasar yang cukup potensial, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

    "Pasar ekspor akan terus meningkat untuk pasar Asean. Salah satu yang menonjol adalah produk low - medium MPV yang dibangun di industri-industri multinasional yang ada di Indonesia," ujarnya.

    "Khusus untuk Xpander, tren minat pasar Asean tampaknya semakin meningkat, kelihatannya booming di pasar Filipina dan Malaysia, dan harga di sana lebih bagus dibanding pasar lokal," ucapnya menambahkan.

    Baca: 3 Mobil Ini Paling Dinanti di Awal 2019

    Sementara itu, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara saat dihubungi terpisah mengatakan pada tahun 2019 pihaknya menargetkan total penjualan kendaraan roda empat sebanyak 1,1 juta unit. Angka tersebut sama seperti yang ditargetkan pada tahun lalu.

    Kendati target penjualan yang dicanangkan pada tahun ini sama seperti tahun lalu, Kukuh optimis pasar otomotif di Indonesia masih akan terus bergeliat.

    "Kami harapkan indikatornya selama ini ekonomi relatif tumbuh di kisaran 5,1 persen, lalu kemudian Indonesia relatif masuk dalam kategori yang cukup baik di antara negara-negara lain, jadi kami harapkan masih bisa mencapai sekitar 1,1 juta mobil di tahun 2019 walaupun kita agak hati-hati karena akan ada tahun politik," kata Kukuh.

    Kukuh melihat ada sejumlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan kendaraan di tahun ini. Salah satunya pembangunan infrastruktur yang terus digalakkan pemerintah di berbagai daerah di Indonesia.

    Baca: Toyota Ekspor 173.700 Unit Mobil ke 80 Negara, Agya pun Laris

    Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang masif dan merata dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah-daerah, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan daya beli.

    Meski cukup optimistis, namun Kukuh tetap mewaspadai faktor-faktor eksternal yang mungkin akan mempengaruhi penjualan mobil di tahun 2019.

    "Walaupun optimistis, tapi di dunia ini kan ada perang dagang, dan lain sebagainya, ketidakpastian juga. Tapi kalau kita bisa mencapai (target) setidaknya sama dengan 2018 itu bagus dong. Jumlah ekspornya juga bisa meningkat," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.