Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan saat Mengalami Pecah Ban

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pecah ban (Hyundai Indonesia)

    Ilustrasi pecah ban (Hyundai Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pecah ban bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Pertanyannya, apa yang harus pengemudi lakukan saat mobil yang dikemudikannya mengalami pecah ban?

    Dikutip dari laman Hyundai Indonesia, hal paling utama saat mengalami pecah ban adalah jangan panik dan usahakan bisa mengendalikan mobil dalam kondisi normal. Apabila pecah ban, langsung ambil sikap melakukan pengereman, tetapi jangan secara mendadak atau langsung menginjak pedal rem.

    Baca: Hyundai Konsep Ini Bisa Isi Ulang Baterai Secara Nirkabel

    Kalau seperti itu, kemungkinan mobil terguling cukup besar, karena dengan direm secara hard braking seperti itu maka keseimbangan mobil menjadi sulit untuk dijaga atau dikendalikan.

    Sebaiknya, lakukan pengereman dengan bantuan engine brake. Caranya menurunkan posisi perseneling. Misal sedang berada di gigi empat bisa diturunkan ke tiga, agar laju mobil sedikit tertahan.

    Dengan bantuan engine brake itu, laju mobil bisa lebih mudah dikendalikan. Sehingga, tidak akan terguling meskipun sedang melaju kencang.

    Baca: Canggih, Hyundai Perkenalkan Mobil Pengevakuasi saat Bencana

    Setelah itu, para pengemudi langsung membawa mobil tersebut ke tepi jalan yang sekitanya aman dari kendaraan lain di sekitar lokasi kejadian.

    Ingat, paling penting jangan langsung mengambil langkah mengerem mendadak. Biarkan mobil berjalan dan kendalikan kemudi seperti biasa agar mobil tidak melaju ke kanan atau ke kiri yang bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.