Imbas Carlos Ghosn, Aliansi Renault - Nissan Diklaim Aman

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliansi Renault-Nissan-Mitsubish. - ALIANSI

    Aliansi Renault-Nissan-Mitsubish. - ALIANSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Nissan dengan Renault Prancis sama sekali tidak dalam bahaya, kata CEO pabrikan mobil Jepang itu seperti dikutip dari Antara, Senin, 7 Januari 2019, meskipun ada ketegangan usai penangkapan kepala kemitraan Carlos Ghosn.

    Dalam sebuah wawancara, Hiroto Saikawa menepis anggapan bahwa aliansi itu, yang juga termasuk Mitsubishi Motors, telah rusak akibat penangkapan Ghosn karena dugaan pelanggaran keuangan.

    "Aku sama sekali tidak berpikir itu dalam bahaya," katanya.

    Baca: Carlos Ghosn Segera Menjalani Sidang Terbuka di Pengadilan Tokyo

    Dia menolak berkomentar langsung tentang kasus yang dihadapi Ghosn, di mana Ghosn akan muncul di pengadilan pada Selasa untuk mendengar penjelasan tentang penahanannya yang sedang berlangsung.

    "Ini adalah proses pada sistem Jepang, jadi saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan," kata Saikawa.

    "Saya hanya ingin fokus untuk menstabilkan perusahaan," tambahnya.

    Baca: Pelanggaraan Keuangan, Penahanan Carlos Ghosn Diperpanjang

    Penangkapan Ghosn mengguncang industri mobil dan mengekspos keretakan dalam aliansi tiga perusahaan yang ia bina, khususnya antara Nissan dan Renault.

    Nissan dan Mitsubishi Motors dengan cepat menyingkirkan Ghosn dari posisi pimpinan pasca penangkapannya. Namun Renault memutuskan untuk terus menjadikan Carlos Ghosn sebagai CEO.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?