Bore Up Sepeda Motor Matik 125 cc Jadi 150 cc, Simak Biayanya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bore up motor di JRT Workshop. 4 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Bore up motor di JRT Workshop. 4 Oktober 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi penikmat modifikasi, rasanya motor standar dirasa masih sangat kurang, terutama performa mesin. Maka tak jarang pemilik motor matik standar dengan kapasitas 125 menaikkan kapasitas mesin menjadi 150 cc, dan motor matik standar 150 cc menjadi 170 cc.

    Menurut pemilik JRT workshop, bengkel spesialis meningkatkan performa mesin, Muhammad Irvan, untuk melakukan upgrade mesin atau dikenal bore up meliputi penggantian dan kustom beberapa part di dalam mesin.

    Baca: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Motor Matik Bekas

    Seperti penggantian piston, kustom profil head atau kepala silinder, noken as, porting dan polish, setting klep, kruk as, custom rasio, dan pasang sensor o2 manipulator. Upgrade CVT, beda lagi, ubahannya meliputi ganti roller, per CVT, per kampas ganda, merubah kemiringan derajat pada pulley, dan mengganti V-belt.

    Masalah biaya, tergantung dari konsumen ingin upgrade yang seperti apa, apakah untuk harian atau balap. Irvan tidak mematok harga dan lebih menyesuaikan keinginan konsumen. “Intinya terjangkau sekitar Rp 1 hingga 3 juta,” ujarnya kepada Tempo Rabu, 9 Januari 2019.

    Perbedaan performa pastinya sangat jauh dengan motor standar bawaan pabrik. Honda Vario 125 cc garapan JRT workshop naik jadi 150 cc, awalnya motor dengan kondisi standar mentok di 100 kilometer per jam, setelah bore up dan setting CVT tembus 130 kilometer per jam.

    Motor yang sudah bore up, agar tidak mudah over heat, Irvan kustom thermostat radiator sekaligus memasang tabung hawa untuk mengeluarkan suhu panas di dalam mesin.

    Simak: Penyebab Motor Matik Bergetar di Kecepatan Rendah

    Perawatan motor matik yang sudah bore up tentunya sangat berbeda dengan motor standaran. “Meski tidak perlu memakai oli khusus, yang terpenting rutin ganti oli setidaknya satu bulan dua kali meski motor jarang dipakai,” ujar Irvan.

    Namun, risiko bore up ini akan menghilangkan garansi sepeda motor seperti yang dikatakan Kepala Mekanik Prihatin Motor, Jaenal. “Memang performa akan naik, tarikan juga lebih enteng tapi garansi pasti hilang,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.