Alasan Toyota Memilih Rio Haryanto Jadi Duta Mobil Hybrid

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rio Haryanto (kanan) bersama Haridarma Manoppo (tengah) dan Alinka Hardianti di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, 24 November 2018. Rio menjadi penasehat Toyota Team Indonesia. (TTI)

    Rio Haryanto (kanan) bersama Haridarma Manoppo (tengah) dan Alinka Hardianti di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, 24 November 2018. Rio menjadi penasehat Toyota Team Indonesia. (TTI)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor menilai mantan pembalap Formula 1 Rio Haryanto adalah sosok tepat untuk merepresentasikan karakter mobil hybrid. Didapuk menjadi penasihat Toyota Team Indonesia pada Oktober 2018, Rio ternyata juga menjadi brand ambassador Toyota C-HR Hibryd.

    Baca: Toyota Corolla Tabrakan dengan Sepeda, Malah Mobil yang Ringsek

    Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan bahwa keputusan menjadikan Rio Haryanto sebagai brand ambassador C-HR Hibryd adalah tepat.

    “Bila diperhatikan, sosok Rio itu mencerminkan karakter (mobil) hybrid yang Toyota tawarkan. Dia unik, tenang, tetapi memiliki kualitas yang luar biasa,” ujarnya.

    Attitude-nya yang baik nan elegan sangat sesuai dengan kelebihan seri hybrid yang diluncurkan TAM. Apalagi mereka baru saja meluncurkan All New Toyota Camry di mana salah satu variannya berjenis hybrid.

    Baca: Toyota: Konsumen Indonesia Menyukai Sedan Sporty

    Seri sedan premium tersebut kental dengan nuansa sporty, tetapi kesan elegan tetap terasa dan menjadi ciri khasnya. Pecinta sedan yang ingin memilikinya harus merogoh kocek sebesar Rp806,6 juta untuk tipe hybrid, Rp646,7 juta untuk tipe V, dan Rp613,4 juta untuk tipe G. Seluruh harga tersebut merupakan harga on the road (otr) Jakarta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?