Ini Dampak Buruk Ketika Mobil atau Motor Tak Dibilas Usai Hujan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita cuci mobil. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita cuci mobil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik mobil yang baru pulang bekerja atau aktivitas lainnya setelah hujan, terkadang muncul rasa malas untuk mencuci mobil atau sekadar membilasnya dengan air. CEO Autoglaze Indonesia, Robby Kurnia, mengatakan air hujan memiliki senyawa asam yang dapat menimbulkan bercak pada permukaan cat, dan dalam waktu lama bisa membuat kilap mobil memudar.

    Baca: Kisah Sukses Cuci Mobil QC30 Omzet Tembus 7 Ribu Unit per Bulan

    Untuk itu, pemilik mobil setidaknya membilas kendaraan dengan air bersih kemudian dilap hingga kering, guna mencegah timbulnya bercak pada permukaan cat. "Hujan itu ada mineral asam, jadi kalau habis hujan tanpa dilap, maka asam itu akan mengering terkena matahari dan tersisa garam-garam yang disebut water spot," kata Robby Kurnia di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Ia mengatakan, "Kalau disiram air ya boleh juga, yang penting kotorannya tidak menempel. Habis dicuci, dilap sampai kering."

    Urusan mengeringkan mobil juga mesti mendapat perhatian khusus, diutamakan menggunakan bahan mikrofiber agar tidak menimbulkan goresan pada cat mobil. "Kalau masih ada kotoran kemudian dilap tanpa memakai yang mikrofiber, maka akan menimbulkan problem lecet," kata dia.

    Baca: 4 Kelebihan Cuci Mobil di SPBU Pertamina, Ditambah Ada Garansi

    Ia juga mengatakan, sebaiknya mobil dicuci 2-3 kali dalam sepekan, kendati hal itu tergantung kondisi mobil, kotor atau tidak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?