Jokowi Ingin Indonesia Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan uji coba terhadap sepeda motor listrik Garansindo Electric Scooters ITS atau Gesits buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Istana Merdeka, Jakarta, 7 November 2018. Uji coba dilakukan seusai pertemuan dengan semua pihak terkait, didampingi Menristekdikti M. Nasir, di Istana Merdeka. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan uji coba terhadap sepeda motor listrik Garansindo Electric Scooters ITS atau Gesits buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Istana Merdeka, Jakarta, 7 November 2018. Uji coba dilakukan seusai pertemuan dengan semua pihak terkait, didampingi Menristekdikti M. Nasir, di Istana Merdeka. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan keinginannya supaya Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan bermotor listrik. Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi saat menyampaikan kata pengantar dalam rapat terbatas membahas percepatan program kendaraan bermotor listrik di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Senin 14 Januari 2019.

    Baca: Alasan Hyundai Pilih Indonesia Bangun Pabrik Mobil Listrik

    Terkait upaya membangun industri kendaraan bermotor listrik, Jokowi menyatakan kepada para menteri Kabinet Kerja yang menghadiri rapat terbatas tersebut supaya regulasi yang mengatur mengenai program itu bisa disiapkan dan segera diselesaikan. "Sehingga negara kita bisa beralih lebih cepat lagi menjadi pemain utama dalam kendaraan bermotor listrik," kata Jokowi.

    Dalam rapat itu, Jokowi juga meminta perencanaan dan pengembangan kendaraan bermotor listrik dapat dilakukan secara terpadu dan terintegrasi antarkementerian dan lembaga. Di samping itu, Jokowi mendorong agar melibatkan swasta dalam aspek riset, inovasi, dan penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan.

    "Pengembangan kendaraan bermotor listrik harus digunakan sebagai momentum untuk penyiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mampu menguasai teknologi terkini sekaligus digunakan penciptaan nilai tambah, efek multiplier melalui upaya memperbesar kandungan dalam negeri TKDN," kata Jokowi.

    Baca: Mobil Listrik Blits Habiskan Biaya Rp 2 Miliar, Baterai Termahal

    Jokowi mengatakan banyak negara di dunia mulai berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi kendaraan bermotor listrik ini. Selain ramah lingkungan, menurut Presiden, pengembangan kendaraan bermotor listrik juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dan mengurangi ketergantungan impor BBM yang disebut berpotensi menghemat Rp798 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.