Bajaj Roda Tiga Listrik: Muat 3 Penumpang, Ada Fitur Antimaling

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bajaj RE listrik. Sumber: indianautosblog.com

    Bajaj RE listrik. Sumber: indianautosblog.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bajaj RE Listrik atau Bajaj angkutan roda tiga bertenaga listrik sedang menjalani pengujian di negara asalnya India. Generasi bajaj baru ini kini memiliki dimensi lebih besar dengan 4 kursi yaitu satu pengemudi dan 3 penumpang. Namun hingga kini, Bajaj Auto sebagai produsen belum merilis dimensi atau tenaga maksimum dan torsi maksimum yang dihasilkan oleh kendaraannya.

    Baca: Bajaj Bergaya Reli Ini Pakai Jok Recaro dan Shock Tabung

    Sejumlah sumber menyebut Bajaj listrik menggunakan baterai Lithium-ion 48 volt. Baterai ini dapat ditukar, dan pengisian daya menggunakan pengisi daya onboard, yang opsional, membutuhkan waktu enam jam. Mengganti baterai membutuhkan waktu enam menit.

    Dengan muatan penuh, Bajaj RE listrik dapat mencapai jarak 120 kilometer. Motor roda tiga ini mampu ngebut hingga kecepatan maksimum 45 km/jam atau 20 km/jam lebih rendah dari Bajaj RE 4S dan 7 km/jam lebih rendah dari Bajaj RE Maxima. Motor ini memiliki berat 400 kilogram. Kendaraan ini menggunakan roda 12 inci.

    Bajaj RE listrik terlihat tampil lebih bergaya karena front-end uniknya yang terdiri dari selongsong hitam gloss yang berbentuk unik, lampu depan yang ramping dan logo Bajaj RE dengan garis biru. Di bagian interior, terdapat kluster instrumen digital untuk memberikan semua informasi yang diperlukan kepada pengemudi. Ini fitur fungsi anti-pencurian juga.

    Baca: Bajaj Siapkan Skuter Listrik Premium, 2019 Meluncur

    Bajaj Auto pada awalnya berencana untuk meluncurkan e-rickshaw pada tahun 2020. Namun, kemungkinan akan dipercepat tahun ini.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.