Penjualan Mobil di Cina Merosot, Terburuk dalam Dua Dekade

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 22_ekbis_ekspormobil

    22_ekbis_ekspormobil

    TEMPO.CO, Beijing - Produsen mobil di Cina akan menghadapi tantangan yang lebih berat tahun ini, setelah melewati 2018 yang sulit ketika pasar mobil terbesar di dunia itu mengalami kemunduran untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Hal ini disampaikan asosiasi industri mobil terkemuka negara itu pada Senin 14 Januari 2019, seperti dilansir Reuters.

    Baca: Pabrik Tesla di Cina Mulai Dibangun

    Geely dan pembuat mobil terbesar di Inggris Jaguar Land Rover dalam beberapa hari terakhir telah memberikan tanda kehati-hatian tentang penjualan di Cina tahun ini, juga karena dampak perang dagang antara Beijing dan Amerika Serikat. Penjualan mobil di Cina turun 13 persen pada Desember tahun lalu, terus menurun secara berturut-turut selama 6 bulan, membuat penjualan tahunan menjadi 28,1 juta, turun 2,8 persen dari tahun sebelumnya, dalam penjelasan Asosiasi Produsen Otomotif Cina (CAAM).

    Hal tersebut berlawanan dengan perkiraan pertumbuhan tahunan sebesar 3 persen yang ditetapkan pada awal 2018 dan merupakan pertama kalinya pasar mobil Cina mengalami kontraksi sejak 1990-an. Pasar mobil Cina "masih menghadapi tekanan yang relatif besar dalam jangka pendek", kata pejabat senior CAAM Shi Jianhua pada suatu taklimat.

    CAAM mempredikasi tren pelemahan itu akan bertahan dan memperkirakan penjualan di 2019 akan sama seperti tahun sebelumnya yakni sebanyak 28,1 juta kendaraan, sementara pemerintah dan industri lainnya melihat pertumbuhan 0-2 persen.

    Baca: Wuling Almaz Dilengkapi Monitor Raksasa Seperti Tesla Model S?

    Ford adalah pemain terburuk di antara produsen mobil global di Cina tahun lalu, dengan penjualan yang menyusut hingga 37 persen. Geely, produsen mobil Cina yang paling sukses, menjual 20 persen lebih banyak mobil pada 2018, tetapi ini jauh lebih rendah dari pertumbuhan 63 persen pada 2017. Mereka memperkirakan penjualan akan flat pada tahun ini.

    Toyota Motor Jepang melawan tren dengan kenaikan penjualan sebesar 14,3 persen di Cina, dibandingkan pertumbuhan 6 persen pada 2017, dibantu oleh permintaan yang lebih baik untuk merek mewah Lexus dan upaya pemasaran yang ditingkatkan.

    Angka-angka suram menambah kekhawatiran bagi investor, yang sudah ketakutan dengan tanda-tanda penurunan permintaan yang lebih luas dari negara dengan ekonomi terbesar nomor dua di dunia itu, terutama setelah peringatan tentang pendapatan Apple, mengutip penjualan iPhone yang lemah di negara tersebut.

    Perencana negara Cina mengatakan akan memperkenalkan kebijakan untuk mengangkat pengeluaran domestik pada barang-barang seperti mobil, tanpa memberikan spesifikasi lebih lanjut. Beijing juga telah membuat perubahan pada ambang pajak penghasilan untuk menaikkan pendapatan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.