Inilah Motor Komuter Buatan Aprilia untuk Pasar Asia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aprilia STX 150. Sumber: bikewale.com

    Aprilia STX 150. Sumber: bikewale.com

    TEMPO.CO, New DelhiAprilia, produsen sepeda motor asal Italia memiliki motor komuter berjenis naked Aprilia STX 150. Apabila kelak masuk Indonesia, kendaraan roda dua ini bakal bersaing dengan Honda CB150 Verza dan Yamaha Bison. Sepeda motor tersebut telah dijual di Singapura dan Selandia Baru dan segera mengaspal di India.

    Baca: Skuter Matik Ini Lebih Sporty dan Mewah dari Honda Forza dan Xmax

    Meski bergenre naked komuter, namun Aprilia STX 150 tampil dengan sosok yang sporty serba tajam pada bodinya. Motor ini memiliki tangki bahan bakar yang macho dengan bodi yang panjang, jok panjang yang memberikan kenyamanan bagi pengendara dan pembonceng, dan penggunaan under cowl.

    Aprilia STX 150 memiliki posisi ergonomi yang santai dengan setang yang tinggi dan footpeg yang terletak di tengah. Suspensi belakang menggunakan peredam kejut bermuatan gas ganda untuk memberikan kenyaman dan mampu meredam guncangan dengan nitrogen. Pada bagian depan, Aprilia menggunakan suspensi teleskopik konvensional.

    Pada sistem pengereman dibantu oleh rem cakram dibagian depan dan belakang ditambah penggunaan ABS standar. Aprilia STX 150 memiliki tangki bahan bakar 18 liter dan velg palang 10 dengan diameter 17-inci yang dibalut ban ukuran 90/80 bagian depan dan 110/80 bagian belakang.

    Baca: Aprilia Siap Luncurkan Sport RS 150 Pakai Basis Motor Cina?

    Mesin Aprilia STX 110 berkapasitas 149 cc silinder tunggal, SOHC, 2-katup, berpendingin udara yang dikombinasikan dengan gearbox lima kecepatan. Motor ini menggunakan karburator Keihin 22 Euro 3 compliant yang mampu memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi dan emisi yang lebih rendah.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.