Hyundai Kembangkan Airbag Canggih, Simak Cara Kerjanya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hyundai logo

    Hyundai logo

    TEMPO.CO, JakartaHyundai Motor Group, produsen mobil terbesar di Korea Selatan berdasarkan penjualan, mengatakan pada hari Senin, 21 Januari 2019, waktu setempat bahwa mereka telah mengembangkan sistem penyebaran airbag yang lebih aman untuk melindungi orang dari berbagai tabrakan.

    Sistem airbag yang canggih segera siap untuk mereaksi tabrakan selanjutnya setelah mendeteksi tabrakan awal, yang dalam kasus tertentu tabrakan ringan tidak cukup menjamin airbag mengembang, kata konglomerat otomotif Korea itu dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Hyundai Tambah Investasi Baru di India Lebih Besar dari Indonesia

    "Jika tabrakan pertama adalah tabrakan kecil tetapi kendaraan terus menyala dan bertabrakan dengan sesuatu yang lain, seperti pohon atau lampu jalan, sistem airbag mengoptimalkan dirinya untuk melindungi pada tabrakan berikutnya," kata juru bicara perusahaan melalui telepon, dikutip dari Yonhap, Selasa, 22 Januari 2019.

    Ini adalah pertama kalinya bagi produsen mobil Korea Selatan untuk mengembangkan sistem airbag multi-crash, kata pernyataan itu.

    Sistem airbag ada yang tidak mengembang setelah itu dideteksi sebagai tabrakan kecil, padahal dampak selanjutnya kadang melibatkan kekuatan yang lebih besar dan dapat menyebabkan cedera serius, katanya.

    Baca: yundai Konsep Ini Bisa Isi Ulang Baterai Secara Nirkabel

    Hyundai Motor Co dan afiliasinya Kia Motors Corp, mengatakan mereka akan menerapkan sistem airbag canggih untuk kendaraan baru yang ditingkatkan.

    Ada tiga dari 10 kecelakaan mobil yang melibatkan banyak tabrakan, menurut survei ada 56.000 kecelakaan mobil yang terjadi di Amerika Serikat dari tahun 2000 hingga 2012, kata Hyundai, mengutip data dari National Automotive Sampling System.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.