Banyak Kasus Penipuan, Ini Tips Membeli Mobil Bekas Aman ala OLX

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • OLX resmi berkolaborasi dengan OtoSpector untuk menghadirkan layanan inspeksi sebelum membeli mobil bekas di OLX, 22 Januari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar.

    OLX resmi berkolaborasi dengan OtoSpector untuk menghadirkan layanan inspeksi sebelum membeli mobil bekas di OLX, 22 Januari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Marketing & CTx Director OLX Indonesia, Agung Iskandar setidaknya menjelaskan empat hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil bekasPertama, menurut dia, harus liat dari harga dengan kondisi barangnya. "Misalnya kalau harga terlalu murah itu patut dicurigai juga," katanya di Jakarta Selasa, 22 Januari 2019.

    Baca: Mau Beli Mobil Bekas, Begini Cara Mengetahui Pernah Kena Banjir

    Kedua, minta informasi tambahan kepada penjual. Kalau misalnya cocok dengan barang yang dijual, bisa minta ke penjual foto tambahan mobilnya. Jika memang mobil tidak bermasalah pasti tidak akan keberatan untuk bersedia kirim foto-foto tambahan.

    Ketiga, izin untuk inspeksi mobilnya. Tanya penjual apakah boleh untuk inspeksi mobilnya, tujuannya memastikan keadaan mobil. "Itu contoh-contoh sederhana, bahkan tidak perlu bertemu, cukup lewat percakapan di sosial media saja sudah bisa dilihat penjual yang serius atau tidak," kata Agung.

    Baca: Tip Membeli Mobil Bekas Ala Mobil88, Simak 5 Poin Penting Ini

    Keempat, hati hati jika penjual minta transfer uang tanda jadi. Kalau penjual mancing minta transfer tanda jadi itu sesuatu yang harus dihindari karena itu merupakan motifnya. Tapi, lanjut dia, memang lebih baik bertemu langsung karena kondisi barang seken terkadang menimbulkan persepsi yang beda antara penjual dan pembeli. Sedangkan barang baru sudah pasti persepsi semua orang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.