Trik Menghadapi Tanjakan Terjal bagi Sopir Truk

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk berisi Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) menaiki tanjakan di Distrik Mbua, Nduga, Papua, 23 Maret 2016. Pembangunan jalan ini bertujuan memudahkan akses warga khususnya masyarakat pedalaman Papua. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Truk berisi Prajurit Satgas Pembangunan Jalan Trans Papua Denzipur 12/OHH Nabire dan Denzipur 13/PPA Sorong Zeni TNI AD (POP 1) menaiki tanjakan di Distrik Mbua, Nduga, Papua, 23 Maret 2016. Pembangunan jalan ini bertujuan memudahkan akses warga khususnya masyarakat pedalaman Papua. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tanjakan terjal menjadi momok bagi sejumlah pengemudi atau sopir truk terutama saat membawa beban atau muatan. Kesalahan dalam perpindahan gigi atau transmisi dapat menyebabkan truk tidak mampu melaju dan malah bergerak mundur dan mengakibatkan kecelakaan.

    Baca: Sopir Truk yang Terampil Bisa Tekan Biaya Operasional, Alasannya

    Head of Technical Service Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Yuswadi mengatakan, bila terlanjur bergerak mundur, pengemudi juga dapat memanfaatkan break engine untuk menahan laju truk.

    "Untuk menyisasti jelanan menanjaj, sejak awal pengemudi harus bertahan di gigi [transmisi] satu. Jangan mencoba pindah gigi di tengah tanjakan," ujarnya kepada Bisnis, Kamis 24 Januari 2019.

    Dia juga mengimbau untuk rutin memeriksa kondisi rem. Menurutnya rem yang tidak berfungsi atau blong disebabkan dua hal yakni pemakaian yang terus menerus dan rem memang dalam kondisi rusak.

    Baca: Begini Cara Isuzu Gembleng Mekaniknya Bermental Juara

    Selain itu, kelebihan muatan dari yang seharusnya juga dapat menyebabkan ketidakmampuan truk melaju di tanjakan yang curam. "Jadi rem dan massa muatan harus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan," imbuhnya

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.