Persaingan Toyota dan Mitsubishi di Segmen Fleet Tak Kalah Sengit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1,3 liter dan 1,5 liter dengan Dual VVT-i yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat serta ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1,3 liter dan 1,5 liter dengan Dual VVT-i yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat serta ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain bersaing ketat di segmen MPV, Toyota dan Mitsubishi berhadapan di pasar fleet. Toyota melakukan pendekatan berbeda dalam menggarap fleet dari ritel.

    Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa konsumen fleet fokus pada nilai lebih, seperti nilai jual kembali, servis, dan kebutuhan produk khusus hingga kebutuhan unit mendadak. "Toyota, misalnya menawarkan solusi menyeluruh melalui penguatan komunikasi intens dengan konsumen dan penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Ini juga mempertimbangkan karakteristik fleet yang sedikit berbeda dengan konsumen perorangan atau ritel," ujarnya.

    Baca: Tinggal Hari Ini New Toyota Avanza Dijual Rp 50 Juta

    Toyota juga menawarkan fleksibilitas produksi layanan, dan jaringan diler untuk mendukung mereka. Toyota juga menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen fleet. Avanza misalnya, Toyota menyediakan Transmover untuk armada taksi. Jika New Avanza mendapatkan pembaruan, Transmover dipastikan bertahan dengan model lama. Pada 2018, produk ini terjual 3.371 unit, meningkat 55,13 persen dibandingkan capaian pada 2017.

    Dia menjelaskan, kombinasi antara layanan dan produk termasuk value chain seperti leasing dan asuransi menjadi solusi. Dengan demikian, pelaku usaha fleet bisa lebih fokus melaksanakan bisnis rentalnya. “Jadi bagaimana kami melakukan kerja sama saling menguntungkan.”

    Mitsubishi Xpander menjadi mobil operasional awak kabin Garuda Indonesia. 11 Desember 2018. (MMKSI)

    Adapun Mitsubishi kini lebih agresif menggarap pasar fleet. Head of MMC Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Imam Choeru Cahya mengatakan, tahun lalu Mitsubishi tidak begitu agresif menyasar segmen fleet karena masih memenuhi kebutuhan konsumen retail.

    "Dengan produksi Xpander yang meningkat sehingga jeda tunggu konsumen ritel hanya 1 bulan, maka tahun ini akan lebih aktif menyasar konsumen fleet," ujar Imam kepada Bisnis.

    Dia mengatakan bahwa Mitsubishi Motors tidak akan masuk segmen low, tetapi akan penetrasi ke pasar kendaraan serbaguna medium dengan Xpander. Selain produk, siasat lain untuk menggaet segmen pasar fleet pihaknya menggandalkan layanan purnajual seiring dengan perluasan jaringan dealer.

    Baca: Toyota Avanza 2019 Laris di New Year Freshtival, Rush Kedua

    Head of Aftersales Marketing dan Development MMKSI Ronald Reagen mengatakan, Mitsubishi menawarkan gratis layanan servis berkala selama 3 tahun atau 50.000 km. Selama periode itu, konsumen yang telah memiliki "Paket Smart" yang menyatu dengan harga Xpander dapat menikmati gratis layanan service.

    Dia menyebutkan, “Paket Smart” itu tidak hanya berlaku untuk konsumen retail tetapi juga untuk konsumen fleet. Selama menikmati periode garansi, pengguna hanya perlu mengisi bensin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.