BMW X4 Dijual Hampir Rp 1,5 M, Buruan Beli Dipasarkan Terbatas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW X4 yang baru diluncurkan di Museum MACAN. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    BMW X4 yang baru diluncurkan di Museum MACAN. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - BMW Group Indonesia resmi meluncurkan SUV terbarunya yakni BMW X4. Namun seperti BMW X2 ketersediaan mobil sangat terbatas, yakni hanya 20 unit tersedia hingga akhir tahun.

    Jumlah unit yang terbatas, Vice Presiden of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania, beralasan BMW X4 terbaru menyasar konsumen ekslusif dimana mereka tidak ingin sama dengan yang lain.

    Baca: Dibanderol Rp 1 Miliar Lebih, Ini Spek Lengkap BMW X4 Terbaru

    "Untuk X4 pendekatannya sama dengan X2 di mana kita menjual kendaraan ini dalam jumlah terbatas karena untuk tipe konsumen yang ekslusif. Jadi dia nggak mau hanya untuk life style" ujarnya, di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

    Namun Jumlah unit yang terbatas itu kata Jodie hanya sampai akhir tahun. Selanjutnya, jika memang ternyata peminatnya banyak, maka BMW Group Indonesia akan berusaha untuk menambah jumlah unit mobil.

    "Kalau peminatnya banyak itu lagi kita bilang, kan kalau CBU itu ada waktu tunggu jadi pasti ada waktu tunggu. Perkiraan waktu tunggu enam bulan," katanya.

    Lebih lanjut Jodie memaparkan, sudah ada konsumen yang melakukan pemesanan untuk memboyong BMW X4 terbaru. Namun sayangnya Jodie belum bisa memberi informasi lebih detil berapa jumlah unit yang sudah terpesan.

    Simak: Resmi Meluncur, Ini Beda BMW X4 Indonesia Dengan Thailand

    "Dan bahkan sudah ada konsumen yang order. Kurang dari 20 unit sampai dengan akhir tahun. dan kalau sekarang yang ready sudah ada beberapa unit dan sudah ada yang melakukan pembelian," lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.