Ketua DPR RI Dukung Rencana Jalan Tol untuk Sepeda Motor

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Soesatyo. TEMPO/Subekti

    Bambang Soesatyo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan memberi jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) pada jalan tol yang akan mereka bangun. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung rencana tersebut.

    Rencananya, CMNP akan memberi jalur khusus motor pada dua tol yang akan mereka bangun tahun ini di Medan dan Bandung. Dalam keterangan resminya, Bamsoet mendukung dan mengapresiasi ide CMNP itu. Menurutnya CMNP tidak hanya cari keuntungan namun juga memberi solusi.

    "Terhadap kesulitan mayoritas rakyat kita yang masih tinggal di rumah-rumah BTN pinggiran kota dan hanya memiliki moda transportasi roda dua atau motor untuk bisa pulang pergi dari rumah ke tempat kerjanya di kota dengan tingkat keselamatan yang tinggi di jalur khusus tol karena satu arah dan kepastian waktu, karena mudah diprediksi,” ujar Bamsoet.

    Baca: Liburan Naik Sepeda Motor, Tool Kit Ini Sebaiknya Dibawa

    Bamsoet memang menjadi salah satu sosok yang punya ide awal masuknya kendaraan motor roda dua di jalan tol, mengingat ada sedikitnya 120 juta kendaraan bermotor roda di Indonesia yang masih aktif. Menurutnya, dengan motor masuk tol akan memberi kemudahan bagi pengaendara untuk menempuh jalur cepat dari rumah ke tempat kerja.

    Selain itu, kata Bamsoet, secara bisnis membangun jalur khusus untuk motor tidak merugikan, justru akan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelola jalan tol itu sendiri.

    “Biaya untuk membangun ruas jalan tol untuk mobil 2-2-1 kanan kiri per-kilometer diatas tanah datar kurang lebih Rp 80-Rp 100 miliar per kilometer. Sedangkan biaya pembangunan untuk jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk bahu jalan kanan kiri kurang lebih Rp 30-Rp 50 miliar per kilometer. Jika mengacu tarif tol Bali Mandara untuk mobil Gol I Rp 11.500 dan untuk motor Rp 4.500, masih fisible. Apalagi mengingat volume pengguna motor populasinya sangat besar,” jelas Bamsoet.

    Baca: Spion Motor Bertangkai Pendek Berbahaya, Ini Penjelasannya

    Lanjut Bamsoet, dari sisi keadilan, jalur khusus untuk motor di jalan tol bakal memberikan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung memiliki moda transportasi roda empat atau mobil untuk menikmati jalan tol.

    "Dari sisi keselamatan, juga sudah terbukti di Bali. Dengan memberikan jalur khusus motor roda dua itu, ternyata dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas kendaraan secara signifikan," lanjutnya.

    Bamsoet juga menekankan untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna jalur khusus motor roda dua, jika perlu motor gede atau Moge dilarang masuk tol khusus motor pada hari-hari kerja.

    "Moge cukup diizinkan untuk melalui jalur motor di jalan tol pada hari libur saja. Sedangkan pada hari kerja biarlah kendaraan bermotor roda dua bermesin kecil saja yang diizinkan. Karena mereka berangkat kerja atau pulang kerja. Sedangkan moge biasanya hanya dipakai untuk keperluan rekreasi para penggemar di hari libur," papar Bamsoet.

    Rencananya jalan tol yang akan dibuka CMNP Group dalam waktu dekat ini. Pertama, jalan tol dalam kota sepanjang 11 kilometer di kota Medan menyusuri talud sungai Deli dari Maimoon sampai ke Binjai yang akan dimulai pembangunannya pada Juni 2019 mendatang.

    Kedua, CMNP Group juga akan membuka tol baru dengan fasilitas jalur khusus kendaraan roda dua di Bandung sepanjang 14 km dari Pasir Koja ke Pasopati yang akan segera dimulai pada Maret 2019 tahun ini.

    Sebagai informasi, CMNP pada awal pendiriannya 13 April 1987 adalah sebuah konsorsium, terdiri dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang infrastruktur, khususnya pengusahaan jalan tol dan bidang terkait lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.