Amazon Investasi Rp 7,4 Triliun Kembangkan Mobil Otonom

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil otonom (Silicon Valley/Antara)

    Ilustrasi mobil otonom (Silicon Valley/Antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan e-commerce raksasa Amerika Serikat (AS), Amazon, mengikuti tren teknologi global di bidang mobil otonom (swakemudi) dengan menanamkan investasi US$530 juta (sekira Rp7,4 triliun) untuk start-up Aurora Innovation.

    Aurora Innovation yang berbasis di Palo Alto, California, memiliki pertumbuhan yang menggiurkan-- ditaksir bernilai US$2,5 miliar-- kendati baru diluncurkan pada dua tahun lalu.

    "Kami selalu berinvestasi di perusahaan yang inovatif, perusahaan yang terobsesi dengan pelanggan, dan Aurora adalah jawabannya," demikian keterangan Amazon, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca: Toyota Siap Pamerkan Mobil Otonom Berbasis Lexus LS di CES 2019

    Aurora fokus mengembangkan teknologi kendaraan otonom. Namun dalam prosesnya, mereka menyerahkan proses pembuatan mobil kepada perusahaan lain dengan tujuan membangun kerja sama antarperusahaan, ketimbang memaksakan diri untuk bersaing.

    Perusahaan itu berencana menggunakan dana investasi guna mempercepat pengembangan teknologi "Aurora Driver" dan memperkuat tim serta jaringan kemitraan.

    Awal tahun lalu, Aurora juga mengumumkan kemitraan strategis pertamanya bersama Volkswagen Group di bidang swakemudi.

    Baca: GIIAS 2019 Akan Hadirkan Teknologi Listrik, Otonom, dan Digital

    Saat ini, perusahaan otomotif besar bersama raksasa teknologi Google, Tesla dan Uber telah berinvestasi di segmen swakemudi. Mereka telah merilis hasil riset yang menyatakan bahwa kendaraan jenis itu akan bermanfaat bagi banyak orang.

    Sebagai informasi, Aurora merupakan perusahaan yang dipimpin Chris Urmson yang pernah menjabat kepala proyek mobil otonom Google.

    Antara 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.