Cara Main Dealer Honda Memberdayakan Ekonomi Warga Jabar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Pembalap MotoGP Marc Marquez. Dok AHM

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Pembalap MotoGP Marc Marquez. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Daya Adicipta Motora (DAM), main dealer Honda di Jawa Barat memperkuat kontribusinya terhadap kemajuan perekonomian masyarakat dengan melakukan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Jawa Barat.

    Baca: 2019, Gerry Salim Akan ke CEV Moto2, Mario Aji Diplot Moto3

    Bersama PT Astra Honda Motor (AHM), DAM menjalin kerjasama dengan pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk mendukung Program One Village One Company. Kerjasama ini untuk membangun kreativitas masyarakat terutama dalam menghasilkan produk lokal di kalangan UMKM.

    Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan bersama Dr. Ir. M. Taufiq Budi Santoso, M.Soc.Sc selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta disaksikan langsung oleh Juara MotoGP Marc Marquez yang datang ke kota Bandung untuk menyapa para penggemarnya.

    “Di Jawa Barat, kami telah melakukan kegiatan bersama masyarakat, baik yang berorientasi pendidikan dan sosial, pemberdayaan ekonomi, community development, pelestarian budaya, serta pengembangan pendidikan vokasi. Kini, kami ingin memperluas lagi melalui program One Village One Company untuk UMKM bersama pemerintah provinsi Jawa Barat,” ujar Direktur Utama DAM Krisgianto Lilikwarga di sela penandatangan kerja sama di Gedung Sate, Bandung 9 Februari 2019.

    Melalui program One Village One Company, AHM dan DAM akan menyerap hasil kreativitas UMKM di Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan setelah sebelumnya memberikan pelatihan keterampilan bagi warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.