AHM Sebut Bisa Produksi Moge Honda Tapi ...

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CB500 dan CBR500R 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Honda CB500 dan CBR500R 2019. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Bandung - PT Astra Honda Motor akan memasarkan model terbaru dari 5 moge yaitu CB650R, CB500R, CBR500R, CB500X dan warna baru dari Honda Rebel. Hanya saja lima line up tersebut tidak diproduksi di pabrik AHM namun didatangkan langsung dari Thailand sebagai salah satu basis produksi moge Honda setelah Jepang.

    President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan secara teknologi AHM mampu memproduksi motor gede lainnya. Apalagi AHM telah memproduksi motor sport Honda CBR 250RR yang kini telah diekspor ke Jepang. "Secara teknologi kami bisa melakukannya. AHM telah memproduksi motor 250cc," katanya.

    Baca: Honda Rebel Diklaim Big Bike Terlaris, Ini Penjualannya

    Namun, AHM menimbang beberapa hal soal kebijakan pemerintah yang membebankan pajak PPnBM pada motor dengan kapasitas di atas 250cc. Akibatnya harga motor dengan kapasitas 300cc ke atas menjadi tidak rasional dan tidak mampu mengejar target penjualan dengan jumlah produksi besar.

    Executive Vice President AHM Johaness Loman mengatakan saat ini penjualan moge selama 2018 lebih dari 500 unit. Hanya saja, angka penjualan tersebut tidak masuk hitungan pabrik. "Kalau 500 unit belum masuk hitungan. Banyak hal yang menjadi perhitungan," ujarnya.

    Baca: AHM Luncurkan 5 Big Bike Honda, Kamu Pilih yang Mana?

    Honda menjual Honda CB500X dengan harga Rp158 juta-Rp163 juta. Kemudian Honda Rebel dengan Rp156 juta OTR DKI Jakarta dan Honda CB500F dipatok harga Rp142 juta - Rp147 juta. Selanjutnya, harga Honda CBR500R dibanderol Rp150 juta - Rp155 juta. Selanjutnya Honda CB650R dengan banderol Rp 265 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.