Motor Kustom Bermesin Toyota Kijang Akan Dijual, Simak Harganya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor kustom karya Bokor Custom ini menggunakan mesin Toyota Kijang. 9 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    Sepeda motor kustom karya Bokor Custom ini menggunakan mesin Toyota Kijang. 9 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Bogor - Pemilik bengkel modifikasi Bokor Custom, Julian Hidayat alias Bonyok akan melepas motor kustom berkonsep cafe dragster menggunakan mesin Toyota Kijang 1300 cc lansiran tahun 1978. Motor yang diberi nama Gabus Darat tersebut akan dilego jika penawaran harga sesuai.

    Baca: Sadis, Motor Kustom Asal Bogor Ini Pakai Mesin Toyota Kijang

    Ia menceritakan bahwa pernah ada yang nawar dengan harga Rp 73 juta dan sudah sepakat, tapi sayangnya tidak jadi karena alasan pekerjaan orang tersebut di luar kota. "Dia seorang pelaut jadi belum ada kejelasan kapan pulangnya," ujarnya kepada Tempo di bengkel Bokor Custom, Bogor pada Sabtu, 9 Februari 2019.

    Soal kelengkapan surat, kata dia, pastinya lengkap, karena ia beli berupa mobil bukan mesin gelondongan, jadi dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) masih berupa Toyota Kijang, dan belum diubah ke roda dua.

    Saat ditanyakan kalau ada yang minat mau dilepas berapa? "Saya sih buka harga Rp 70 juta itupun masih nego, kalau orang mau bikin juga siap saya tampung. Buat yang mau bangun seperti ini juga bisa, kalau sudah punya mesin mobil sendiri cukup bayar jasa dan biaya part lainnya yang dibanderol Rp 45-50 juta,"

    Simak: Ini Dia Video Motor Kustom Bermesin Toyota Kijang dari Bogor

    Perawatannya, lanjut dia, tidak susah karena motor ini kan memang bukan diperuntukkan untuk harian, jadi pemakaiannya memang buat acara kontes dan pameran saja. Intinya kalau perawatan mesin sama saja seperti merawat mesin mobil, ganti oli dan lain-lain.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.