Mitsubishi Buka Pesanan Outlander Plug-in Hybrid Untuk Taksi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle komersial. Sumber: carscoops.com

    Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle komersial. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mitsubishi sudah mulai membuka pemesanan bagi yang berminat membeli Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) khusus untuk kendaraan komersial seperti taksi di Inggris.

    Seperti dilansir dari Carscoops, Senin 11 Februari 2019, Mitsubishi Outlander PHEV komersial tersebut dibanderol mulai dari £ 25.113 atau setara dengan Rp 454 jutaan, namun belum termasuk pajak.

    Baca: Mitsubishi Outlander Black Edition Tambah Garang

    Perbedaan dengan Mitsubishi Outlender PHEV biasa, ada pada bagian kabin mobil yang memangkas kursi bagian belakang untuk area yang lebih luas, panjang 1.650 mm, lebar 1.000 mm, dan tinggi 800 mm, dengan kapasitas muatan hingga 510 kilogram.

    Untuk bagian yang lainnya, Outlander PHEV Commercial hadir dengan velg standar 18 inci, kamera mundur, kursi berpemanas, dan kaca depan berpemanas. Sistem infotainment dengan layar sentuh kompatibilitas Android Auto dan Apple CarPlay, Bluetooth dan radio DAB juga tersedia.

    Untuk dapur pacu, sama seperti Mitsubishi Outlander PHEV biasa, versi komersial menggunakan mesin bensin 2,4 liter siklus Atkinson dan dua motor listrik, mampu menghasilkan tenaga hingga 163 tenaga kuda, yang memungkinkan mobil berakselerasi 0-100 km per jam dalam waktu 10,5 detik dan kecepatan tertinggi 170 km per jam.

    Simak: Mitsubishi Outlander PHEV 2019 Dijual di Jepang, Tambah Irit

    Pengendara dapat memilih mode berkendara. Ada tiga mode mengemudi yang disematkan yakni, Normal, Snow and Lock, yang mengoptimalkan sistem AWD. Mitsubishi juga mengklaim bahwa Outlander PHEV komersial ini memiliki kinerja dan efisiensi yang lebih apik, dan sensasi berkendara yang lebih tenang dan halus.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.