Tak Ada Produk Baru di 2019, Hino Sematkan 3 Fitur Canggih

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengumumkan capaian penjualan 2018, dalam acara Media Gathering, di Suasana Restauran, Jakarta, 11 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengumumkan capaian penjualan 2018, dalam acara Media Gathering, di Suasana Restauran, Jakarta, 11 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), tidak berniat untuk meluncurkan produk baru tahun ini. Salah satu alasannya karena menunggu pergantian emisi Euro 4 pada 2021.

    "Secara enggak langsung (menunggu Euro 4) iya. Karena nanti 2021 ganti lagi costnya mahal," ujar Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, kepada wartawan, di Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

    Baca: Penjualan Hino 2018 Naik 12 Persen, New Ranger Jadi Jagoannya

    Meski tidak meluncurkan produk baru tahun ini, Hino akan menambahkan beberapa fitur pada produk-produknya, khususnya untuk produk di segmen kargo dan transportasi logistik yaitu Hino New Generation Ranger dan Hino New Dutro.

    Adapun fitur yang ditambahkan mencakup kamera belakang (rear camera), side guard atau pelindung samping, serta sistem pengereman Anti-Lock Brake System (ABS) khusus untuk angkutan bahan bakar minyak, gas, bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya.

    "Fitur-fitur ini intinya untuk keamanan jadi supaya kalau seperti problemnya kan yang kejadian sepeda motor suka nyelonong aja, kesenggol nah itu dikasih side guard, dan itu memang kita juga ikutin aturan pemerintah juga," tutur Santiko.

    "Rear camera juga untuk keamanan dan kemudahan untuk konsumen supaya kalau mundur itu lebih gampang dan safety, kan kadang nggak keliahatan pakai spion saja, enggak tahu persis di belakng ada apa. Jadi rear camera mempermudah pengemudi untuk parkir," tambahnya.

    Simak: Kisah Sopir Truk Wanita Dikejar Rampok hingga Dibenci Istri Teman

    Sedangkan untuk penambahan sistem pengereman ABS lanjut Santiko menjelaskan, adalah permintaan dari Pertamina. Namun tidak menutup kemungkinan yang lain pun bisa memesan tambahan fitur ABS.

    "Bisa dibilang permintaan Pertamina, alasannya pasti untuk safety tapi kalau tadi saya kaitan dengan masalah keamanan. Apakah bisa dijamin keamanannya saya katakan tidak melulu dengan ABS itu aman, bisa juga tergantung bagaimana melakukan perawatannya, dan kemampuan berkendara," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.