Diesel Wajib Euro4 2021, Hino Pertanyakan Kesiapan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengumumkan capaian penjualan 2018, dalam acara Media Gathering, di Suasana Restauran, Jakarta, 11 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengumumkan capaian penjualan 2018, dalam acara Media Gathering, di Suasana Restauran, Jakarta, 11 Februari 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengandalkan jualan lewat truk dan bus bertenaga diesel telah bersiap terkait rencana penghapusan mesin diesel konvensional di masa depan.

    Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo mengatakan sebagai produsen mobil akan mengikuti kebijakan pemerintah. Hanya saja, ia berharap pemerintah, masyarakat, dan infrastrukturnya juga telah siap dengan era baru tersebut.

    Baca: Tak Ada Produk Baru di 2019, Hino Sematkan 3 Fitur Canggih

    "Kita ikutin itu aturan pemerintah, kita follow, dan kita bisa kok. Yang penting adalah Indonesia siap apa enggak. Produsen siap yang penting pemerintah siap. Indonesia tuh besar loh, beda sama Thailand, Vietnam, Indonesia kan berpulau-pulau, luas banget," ujarnya kepada wartawan, di Jakara, Senin, 11 Februari 2019.

    Dari situlah terlihat sudah seberapa siap pemerintah dalam menyambut diterapkannya bahan bakar emisi Euro4. Santiko mengungkapkan, mobil komersial seperti truk logsitik dan lainnya biasanya menempuh perjalanan jauh, membutuhkan kejelasan stok bahan bakar yang cukup.

    "Karena supplay bahan bakarnya kan khusus, mereka (Pemerintah) bisa nggak nyiapain yang di daerah ujung-ujung sana kaya di Aceh siapin, Papua siapin. Truk ini jalan ke mana-mana, Jakarta ke Surabaya atau Medan bensin harus disiapin sepanjang itu kan," tuturnya.

    Santiko melanjutkan, bisa saja truk diisi dengan bahan bakar disel yang biasa jika terdesak karena yang versi euro4-nya kosong, namun pasti mempengaruhi performa dan akan menimbulkan masalah.

    Baca: Penjualan Hino 2018 Naik 12 Persen, New Ranger Jadi Jagoannya

    "Mobil (mesin konvensional) di isi solar euro4 nggak masalah, tambah bagus, bersih dia, tapi kalau mobil sudah dengan mesin euro4 diisi solar biasa, performanya nggak dapat, bisa problem," ujar nya.

    Sebagai informasi, regulasi emisi Euro 4 sudah dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Untuk mobil bermesin bensin berlaku mulai September 2018, sementara diesel efektif berlaku pada 10 Maret 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.