Ada Varian 1.5L, Harga Daihatsu Xenia di Sumatera Naik 15 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Xenia saat test drive di Sibolga, Sumatera Utara, 11-13 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    Daihatsu Xenia saat test drive di Sibolga, Sumatera Utara, 11-13 Februari 2019. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Sibolga - Regional Manager Sumatera PT Astra International Daihatsu Sales Operation (DSO), Budhy Lau mengatakan harga Grand New Daihatsu Xenia di Sumatera akan naik 15 persen. "Sudah pasti naik karena dari tidak ada (varian 1.5) jadi ada," ujarnya di Sibolga pada Senin, 11 Februari 2019. 

     

    Ia melanjutkan, kontribusi Daihatsu Xenia 1.5 itu 10 persen saat ini. Tapi nanti menjelang unitnya sudah ada akan naik signifikan, kira-kira 15 persen. Kalau dibanding tahun lalu, kata dia, varian 1.5 tidak ada, otomatis akan naik banyak. "Jadi ada opsi untuk konsumen kami menikmati Xenia mesin 1.5," ujarnya. 

    Xenia, lanjut dia, sudah terbukti selama 15 tahun, resale value sangat baik saat ini. Mobil ini dikenal bandel, irit, dan multifungsi. Terus terang kebanyakan dari segmen fleet, official, atau kantor kebanyakan pilih Xenia. Karena lebih fungsional, irit, bandel.

    Baca: SPK Daihatsu Xenia 2019 di Sumatera 365 Unit, Varian 1.3 Laris

    "Jadi saat ini posisi Xenia ya value for money dan memang sudah waktunya perlu penyegaran karena bagaimanapun market akan merasa bosan sehingga diperlukan penyegaran baru. Sudah terjawab dengan varian 1.5 yang menjadi opsi baru," katanya.

    Namun, untuk supply ke wilayah Sumatera masih ada kendala karena produk baru sehingga terjadi beberapa penyesuaian.

    Baca: Daihatsu Sigra Laris di Sumatera, Disusul Gran Max dan Xenia

    Karena demandnya naik, sehingga supply tidak bisa langsung dipenuhi. Hal ini akhirnya berpengaruh juga pada taking SPK atau order yang masuk. Akibatnya, lanjut dia, sebagian ada yang mau menunggu, sebagian lagi tidak, karena kebutuhan akhirnya pilih yang lain. 

    "Jadi situasinya seperti itu. Kami harapkan ada improvement dan supply bisa membaik, sehingga distribusi bisa ditingkatkan dan supply lebih cepat," ujar Budhy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.