40 Negara Sepakat Gunakan Sistem Rem Otomatis Mulai 2020

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengujian rem otomatis (Global NCAP)

    Pengujian rem otomatis (Global NCAP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat puluh negara yang dipimpin Jepang dan Uni Eropa, tanpa Amerika Serikat dan Cina, sepakat untuk menggunakan sistem pengereman otomatis pada seluruh mobil penumpang baru dan kendaraan niaga ringan mulai tahun depan, kata juru bicara PBB.

    Regulasi baru itu mewajibkan semua kendaraan yang dijual harus dilengkapi teknologi yang memonitor seberapa dekat posisi mobil dengan pejalan kaki atau objek lain yang berada di depan.

    Rem akan bekerja otomatis apabila terdeteksi ada objek di depan yang semakin mendekat dan berpotensi tabrakan. Sistem juga bekerja jika pengemudi tidak segera memberikan respons dengan menginjak pedal rem saat kendaraan semakin mendekati objek di depannya.

    Baca: Kurangi Tabrakan, Ford Tawarkan Fitur Pengereman Otomatis

    Sistem itu berlaku pada kendaraan yang berjalan dalam kecepatan "rendah" sekira 60 kilometer per jam atau kurang, dan hanya tersedia di negara-negara yang menyepakati pemberlakukan peraturan baru itu.

    Peraturan mulai berlaku untuk pertama kalinya di Jepang, di mana 4 juta mobil dan kendaraan komersial dijual pada tahun 2018, kata Jean Rodriguez, juru bicara Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE), dilansir Kantor Berita Press Trust India, Rabu, 13 Februari 2019. 

    Baca: Ngetes Rem Otomatis, Mazda CX-5 Malah Tabrakan

    Adapun Uni Eropa dan beberapa negara terdekatnya diperkirakan akan mengikuti pada 2022.

    Amerika Serikat, Cina, dan India belum mengikuti regulasi ini karena masih meninjau kondisi industri otomotif di negara masing-masing.

    Pemberlakukan peraturan ini diharapkan dapat menyelamatkan 1.000 jiwa per tahun dari risiko kematian karena kecelakaan di jalan raya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.