Pekerja Royal Enfield India Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Upah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses perancangan desain Royal Enfield Concept KX. Dok Royal Enfield

    Proses perancangan desain Royal Enfield Concept KX. Dok Royal Enfield

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pekerja pabrikan kendaraan roda dua Royal Enfield dari Eicher Motors di Chennai melakukan aksi mogok kerja karena pihak perusahaan dianggap kurang berhasrat untuk bernegosiasi dalam menaikkan upah karyawan, atau mengangkatnya menjadi pegawai tetap.

    Wakil Presiden serikat pekerja, R Sampath menjelaskan bahwa Dewan Serikat Pekerja telah mengeluarkan pemberitahuan mogok kerja pada Selasa, 12 Februari 2019, waktu setempat, tetapi mogok baru dimulai pada hari berikutnya sekitar pukul 3 sore waktu setempat, setelah manajemen memindahkan orang-orang yang berpengaruh dalam serikat pekerja.

    Royal Enfield mengatakan pihaknya telah menginformasikan kepada bursa saham tentang pemogokan itu.

    Baca: Royal Enfield Akan Bawa Interceptor ke Indonesia Tahun Ini

    “Tetap berkomitmen, seperti biasa di masa lalu, untuk menjaga hubungan yang saling menghormati dengan semua karyawan. Kami percaya bahwa tenaga kerja yang terlibat dan hubungan industri yang ramah, menciptakan budaya keunggulan di mana semua karyawan bangga dengan kontribusi mereka kepada organisasi," kata Royal Enfiled, dikutip dari Economic Times, Jumat. 

    Di sisi lain, manajemen justru menyebut pemogokan itu sebagai hal yang ilegal karena mayoritas tenaga kerja masih berkomitmen untuk memproduksi di pabrik.

    “Sangat disayangkan bahwa bagian tertentu dari tenaga kerja kami telah melakukan pemogokan ilegal di pabrik Oragadam kami di Chennai meskipun ada upaya terbaik perusahaan dan niat positif," kata manajemen.

    Baca: Kapasitas Oli Royal Enfield 650 Twin 3,1 Liter, Servisnya..

    "Fasilitas manufaktur kami yang lain, termasuk pabrik kami di Vallam Vadagaland dan Tiruvottiyur, terus beroperasi seperti biasanya. Kami fokus pada menyelesaikan semua masalah dengan cara yang bersahabat sambil tetap menjaga kepentingan terbaik organisasi dan tenaga kerja kami," sambung pernyataan itu.

    CEO Royal Enfield, Siddhartha Lal mengungkapkan pemogokan itu terjadi saat produsen kendaraan roda dua itu menghadapi periode yang menantang di pasar.

    “Paruh kedua tahun 2018 adalah periode yang menantang bagi industri kendaraan roda dua di India. Faktor-faktor seperti meningkatnya persyaratan asuransi, kenaikan biaya bahan baku dan kenaikan harga selanjutnya karena persyaratan keselamatan peraturan berdampak pada momentum industri," ungkapnya.

    Mogok kerja yang dilakukan pekerja Royal Enfield pernah dilakukan pada 24 September dan 12 November, mengakibatkan kerugian dalam produksi sekitar 28.000 unit sepeda motor yang terbengkalai.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.